Kagetnya Prabowo dan BGN, Program MBG Dilirik Positif Gedung Putih AS

Kagetnya Prabowo dan BGN, Program MBG Dilirik Positif Gedung Putih AS

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 03 Feb 2026 10:26 WIB
Kagetnya Prabowo dan BGN, Program MBG Dilirik Positif Gedung Putih AS
Foto: Presiden Prabowo Subianto mengatakan Gedung Putih (White House) yang merupakan kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS) turut mempelajari program MBG. (YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi positif dari pihak-pihak internasional. Dirinya mengaku kaget terkait ini.

"Saya baru sehari lalu, para ahli, pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita sendiri," kata Prabowo dalam Taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menambahkan bahwa MBG saat ini telah diterima oleh sekitar 60 juta orang. Ini menjadi percontohan dalam penyaluran makanan bergizi kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Coba tanya di dunia ini. Saudara-saudara, sekarang ini kita menjadi role model, kita mau dipelajari. Kasih lihat, kasih tahu saya, negara mana? Dan Saudara mungkin ada yang percaya dan tidak. Saya juga kaget lho, kok White House mempelajari Makan Bergizi kita ini?" ucap Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan MBG mulai menjadi perhatian dan dipelajari oleh para pakar internasional, termasuk dari Gedung Putih Amerika Serikat, karena dinilai sebagai investasi sosial dan ekonomi yang strategis.

ADVERTISEMENT

"Memang mereka (pemerintah dunia) menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia termasuk metode yang baru pertama kali dilakukan di dunia," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

"Di mana pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra dan bisa berjalan demikian cepat. Saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka," sambungnya.

Per Januari 2026, BGN mengatakan sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp19,5 triliun, yang membuktikan MBG tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian di masyarakat.

"Sebagai contoh, ternyata entrepreneur atau wirausaha yang bergerak di bidang sabun ini banyak sekali sekarang karena kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu banyak," kata Dadan.

"Satu hari membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun, jadi banyak sekali wirausahawan baru di Indonesia yang bergerak untuk memproduksi sabun yang diuntungkan karena program ini," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kepala BGN Sebut Enggak Wajib Ada Susu di Menu MBG, Kecuali..."
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads