Perut Begah dan Susah BAB setelah Makan Daging? Begini Mengatasinya

Perut Begah dan Susah BAB setelah Makan Daging? Begini Mengatasinya

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Jumat, 29 Mei 2026 07:05 WIB
Asian beautiful women feel menstrual cramps and stomachache after menstruation.Hand holding stomach and belly after taking a medication.Problem and disorder of female body.
Foto: llustrasi sulit BAB(Getty Images/iStockphoto/bunditinay)
Jakarta -

Hari raya Idul Adha indentik dengan mengonsumsi banyak olahan daging kambing atau sapi. Namun, kenapa perut terasa begah dan susah BAB setelah mengonsumsinya?

Spesialis penyakit dalam, konsultan gastroentologi, hepatologi dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH dari Mayapada Hospital mengatakan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi daging memang melalui proses pencernaan yang lama.

"Kalau orang bilang bahwa makan daging itu kemudian lebih cepat (dicerna), enggak. Dari beberapa penelitian memperlihatkan butuh waktu sampai lima jam untuk bisa daging itu dicerna di pencenaan," kata dr Aru kepada detikcom beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini membuat terjadinya konstipasi, kadang perut terasa penuh, dan begah. Sebab, proses pengolahan atau pencernaan daging memakan waktu yang lebih lama dibandingkan makanan lainnya, seperti karbohidrat.

ADVERTISEMENT

"Mau enggak mau, bila kita makan daging lebih banyak, (timbul) rasa begah, rasa kembung, pencernaan akan lebih berat dalam mengolah daging," kata dr Aru.

"Jadi usahakan kalau mau makan daging, jangan over, makan seperti biasa," tambahnya.

Menurut dr Aru, makanan yang mengandung serat akan membantu pencernaan lebih baik. Dengan demikian tubuh mencerna atau mengolah protein atau daging di usus lebih baik.

"Rasa begah, kembung pun lebih mudah hilang atau mungkin akan teratasi dengan kita makan banyak serat," kata dr Aru.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Mitos-Fakta: Jantung Bocor, Penyebab Hingga Gejalanya"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/up)
Tips Sehat Menyantap Daging Kurban
30 Konten
Bagi sebagian orang, nikmatnya menyantap daging kurban selalu dibayangi dengan risiko kesehatan. Kolesterol dan asam urat bikin kepikiran, padahal sebenarnya bisa dikelola dengan baik.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads