Momen Prabowo Sedih Harus Copot 'Dadan Cs' dari BGN

Momen Prabowo Sedih Harus Copot 'Dadan Cs' dari BGN

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 04 Jun 2026 11:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada ribuan peserta rapat konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Foto: (Kris-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap mendapatkan laporan adanya indikasi penyelewengan yang belakangan menjadi salah satu alasan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Meski begitu, Prabowo mengaku keputusan mencopot Dadan Hindayana dan jajaran pimpinan BGN lain yakni Sonny Sonjaya dan Lodewyk Pusung, bukanlah langkah yang mudah.

"Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapatkan laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan dari pimpinan," beber Prabowo di hadapan lebih dari 12 ribu pemilik SPPG dalam agenda Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026)

Meski mengambil keputusan tegas, Prabowo mengaku sedih harus memberhentikan orang-orang yang sebelumnya dipercaya menjalankan program strategis pemerintah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang saya emban," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Prabowo enggan memberikan komentar lebih jauh terkait persoalan yang sedang dihadapi mantan pimpinan BGN. Ia menegaskan saat ini terdapat proses penyelidikan hukum yang sedang berjalan sehingga dirinya tidak ingin dianggap memengaruhi proses tersebut.

"Saya tidak mau banyak komentar karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah-olah saya mempengaruhi," katanya.

Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa keputusan pergantian pimpinan BGN tetap harus diambil demi kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, pesan sang ayah menjadi pegangan ketika menghadapi situasi sulit dan harus memilih antara loyalitas kepada orang yang dipercaya atau kepentingan rakyat.

"Tapi yang jelas mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo, kalau suatu saat kamu dalam keadaan bingung atau dalam keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," tutur Prabowo.

Karena itu, lanjutnya, kepentingan rakyat menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan terkait pergantian pimpinan BGN.

"Dan saya berpegang pada prinsip itu," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Makan Bergizi Gratis Bakal ke Luar Negeri, BGN Tunggu Restu Prabowo"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads