Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang pria, terutama pada usia lanjut. Tak heran jika banyak orang bertanya-tanya apakah penyakit ini sebenarnya bisa dicegah.
Hingga saat ini, belum ada cara yang terbukti dapat mencegah kanker prostat secara pasti. Hasil berbagai penelitian mengenai pencegahannya pun masih menunjukkan temuan yang beragam, dan sebagian besar studi memang tidak dirancang untuk membuktikan apakah suatu metode benar-benar dapat mencegah penyakit tersebut.
Meski demikian, para ahli kesehatan menyarankan sejumlah kebiasaan sehat yang dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan ini juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, metabolisme, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rutinitas Sederhana yang Bisa Menurunkan Risiko Kanker Prostat
Dikutip dari laman Mayo Clinic, berikut beberapa rutinitas yang bisa membanu menurunkan risiko kanker prostat.
1. Konsumsi Lebih Banyak Buah dan Sayur
Buah dan sayuran kaya akan vitamin dan nutrisi yang dipercaya bisa membantu menurunkan risiko kanker prostat. Pola makan yang kaya akan buah dan sayuran juga membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga bisa mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah gizi.
2. Pilih Makanan Rendah Lemak dan Batasi Produk Susu
Makanan yang mengandung lemak meliputi kacang-kacangan, minyak, dan produk susu, seperti susu dan keju. Dalam beberapa penelitian, orang-orang yang mengonsumsi lemak dalam jumlah tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kanker prostat. Namun, penelitian lain tidak menemukan hubungan yang sama.
Meski demikian, membatasi makanan berlemak tetap dianjurkan karena bisa membantu menjaga berat badan sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Cara sederhana yang bisa dilakukan di antaranya memilih daging tanpa lemak, mengurangi penggunaan minyak atau mentega ketika memasak, serta memilih susu dan produk olahannya yang rendah lemak.
Spesialis urologi, dr Adistra Imam Satjakoesoemah, SpU, FICS, juga menyarankan untuk mengurangi beberapa jenis makanan guna menurunkan risiko terkena masalah pada prostat.
"Ada makanan-makanan yang sifatnya prokarsinogenik, overall sebenarnya bukan buat prostat doang. Red meat (daging merah), kemudian dairy food, susu dan produk turunannya. Itu ada chance, ada risiko. Sekali lagi ini bukan menyebabkan ya, tapi ada risiko," tegasnya.
3. Berolahraga
Sebagian besar penelitian tentang olahraga dan kanker prostat menunjukkan bahwa orang-orang yang berolahraga cenderung memiliki risiko kanker prostat lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga.
Olahraga bisa memberikan banyak manfaat, mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker hingga membantu mempertahankan berat badan yang sehat. Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu atau aktivitas fisik intensitas tinggi selama 75-150 menit per minggu, atau kombinasi keduanya.
dr Adistra juga menyebut sedentary lifestyle atau gaya hidup sedentari dapat memiliki dampak buruk bagi tubuh, salah satunya meningkatkan risiko masalah pada prostat.
"Kaum-kaum mager baiknya itu (perbanyak gerak). Semuanya sih bisa risk-nya meningkat. Sakit jantung dan lain-lain. Jadi olahraga teratur, aktivitas fisik, tadi juga diabetes juga," kata dr Adistra.
4. Jaga Berat Badan Ideal
Obesitas dikaitkan dengan peningkatan berbagai risiko penyakit kronis. Karena itu, jika memiliki berat badan berlebih, upayakan menurunkan berat badan dengan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi dan memperbanyak aktivitas fisik.
Faktor Risiko Kanker Prostat
Dikutip dari laman Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat meliputi:
- Usia: Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 60 persen kasus kanker prostat dialami oleh orang yang berusia di atas 65 tahun.
- Riwayat keluarga kanker prostat: Seseorang memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi terkena kanker prostat jika memiliki anggota keluarga dekat yang mengidap penyakit tersebut.
- Riwayat keluarga terkait perubahan DNA: Beberapa perubahan DNA yang meningkatkan risiko kanker diturunkan dari orang tua kepada anak. Perubahan DNA pada gen BRCA1 (Breast Cancer gene 1) dan BRCA2 (Breast Cancer gene 2) diketahui dapat meningkatkan risiko kanker prostat.
- Obesitas: Orang yang mengalami obesitas kemungkinan memiliki risiko kanker prostat yang lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan sehat.
(elk/suc)











































