Banyak yang mengira proses pembuatan Air Minum dalam Kemasan atau AMDK hanya sebatas mengambil air dari sumber lalu langsung memasukkannya ke dalam botol. Ada serangkaian tahapan yang harus dilalui agar kualitas, keamanan, dan kebersihan air tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Di pabrik AQUA Klaten, Jawa Tengah, misalnya, proses produksi dibedakan menjadi dua jalur. Jalur pertama digunakan untuk kemasan galon atau Jugs Production Flow Process, sedangkan jalur kedua untuk botol sekali pakai atau SPS Production Flow Process.
Meskipun proses pengemasannya berbeda, keduanya sama-sama menggunakan air yang telah melalui proses pengolahan dan pengawasan kualitas yang ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operations Director Regional 3 Danone Indonesia, Joshua Prajoga, menjelaskan bahwa setiap tahapan dirancang agar kualitas produk tetap konsisten sejak air diambil dari sumber hingga menjadi produk jadi.
"Kita menjaga konsistensi mulai dari sumber airnya, kemudian masuk ke reservoir, melalui water treatment dan filtrasi. Setelah air siap menjadi produk, baru masuk ke proses pengemasan. Setiap proses itu didesain dan dijaga sehingga kita bisa memberikan kualitas dan keamanan produk secara konsisten," jelas Joshua kepada detikcom dalam kunjungan ke Pabrik AQUA Klaten, Klaten, Selasa (7/7/2026).
Operations Director Regional 3 Danone Indonesia, Joshua Prajoga Foto: Mhd. Aldrian, S.Gz/detikHealth |
Sebelum Dikemas, Air Lebih Dulu Melewati Beberapa Tahapan
Baik untuk galon maupun botol sekali pakai, air yang digunakan berasal dari mata air yang sama dan terlebih dahulu melewati tahapan pengolahan sebelum masuk ke mesin pengisian.
Berikut alur pengolahan air di pabrik.
1. Spring Water Resource dan Reservoir
Perjalanan dimulai dari mata air yang menjadi sumber utama air baku. Air kemudian dialirkan menuju reservoir sebagai tempat penampungan sementara sebelum memasuki proses pengolahan berikutnya. Di tahap ini kualitas sumber air juga terus dipantau melalui sumur pantau untuk memastikan kondisi fisik, kandungan mineral, dan parameter kualitas lainnya tetap sesuai standar.
2. Cartridge Filter
Dari reservoir, air masuk ke sistem cartridge filter. Tahap filtrasi ini berfungsi menyaring partikel-partikel yang masih mungkin terbawa dari sumber sehingga air menjadi lebih bersih sebelum diproses lebih lanjut.
3. Disinfectant Ozone & Silver
Setelah proses penyaringan, air melewati tahap disinfeksi menggunakan ozon dan silver. Tahapan ini bertujuan menjaga kebersihan air sebelum masuk ke tangki produk tanpa mengubah karakteristik alami air.
4. Product Tank
Air yang telah selesai diproses kemudian disimpan di dalam product tank. Tangki ini menjadi titik akhir proses pengolahan air sekaligus menjadi sumber pasokan air menuju mesin pengisian, baik untuk jalur produksi galon maupun botol sekali pakai.
Jugs Production Flow Process, Jalur Produksi untuk Galon
Berbeda dengan botol sekali pakai, galon merupakan kemasan yang digunakan berulang kali sehingga proses produksinya diawali dengan pemeriksaan dan pencucian kemasan.
Berikut tahapan produksinya.
1. Botol kosong dari konsumen atau supplier
Galon kosong yang berasal dari konsumen maupun supplier terlebih dahulu dikumpulkan sebelum memasuki jalur produksi.
2. Washing Machine
Seluruh galon kemudian masuk ke mesin pencuci. Pada tahap ini terdapat beberapa proses sekaligus, mulai dari penghitungan jumlah galon yang masuk, pemeriksaan menggunakan mesin radar, inspeksi kondisi fisik kemasan, hingga proses pencucian dan sanitasi agar galon benar-benar bersih sebelum digunakan kembali.
3. Filling Machine
Setelah lolos proses pencucian, galon langsung menuju mesin pengisian. Air yang berasal dari product tank kemudian diisikan ke dalam setiap galon secara otomatis.
4. Cap Sealing
Galon yang telah terisi air kemudian dipasang tutup dan dilakukan proses penyegelan agar kemasan tetap tertutup rapat selama distribusi.
5. Inspeksi
Tahap terakhir adalah inspeksi. Setiap galon diperiksa kembali untuk memastikan volume isi, kondisi tutup, serta kualitas kemasan telah memenuhi standar sebelum dikirim ke konsumen.
SPS Production Flow Process, Jalur Produksi Botol Sekali Pakai
Pada botol sekali pakai, prosesnya berbeda karena kemasan diproduksi langsung di dalam area pabrik sebelum diisi air.
1. Preform Maker di Bottle Maker Machine
Proses diawali dari preform, yaitu tabung plastik kecil yang menjadi bahan dasar botol. Di dalam bottle maker machine, bahan PET dipadukan dengan rPET serta pewarna biru sesuai formulasi, kemudian dipanaskan dan dibentuk menjadi botol.
Karena botol langsung dibuat di area produksi, kemasan tidak perlu dipindahkan ke luar ruangan sehingga dapat meminimalkan risiko kontaminasi.
2. Filling Machine
Botol yang baru terbentuk langsung masuk ke mesin pengisian. Air dari product tank kemudian diisikan secara otomatis ke dalam setiap botol.
3. Electric Visual Control
Setelah pengisian, seluruh botol diperiksa menggunakan sistem electric visual control. Pemeriksaan otomatis ini memastikan kondisi botol, volume isi, posisi tutup, hingga kemungkinan adanya cacat pada kemasan.
4. Labelling
Botol yang lolos pemeriksaan kemudian dipasangi label sesuai jenis produknya.
5. Packaging
Setelah diberi label, botol dikemas menjadi satuan penjualan menggunakan mesin pengemasan otomatis.
6. Palletizing
Tahap terakhir adalah palletizing, yaitu proses penyusunan produk yang telah dikemas ke atas pallet secara otomatis agar lebih mudah disimpan dan didistribusikan ke berbagai daerah.
Simak Video "Health Corner: Peluncuran Kampanye Pejuang Berat Badan Anak"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)











































