Daftar Penyakit yang Banyak Dilaporkan usai Gempa NTT, ISPA Tertinggi

Daftar Penyakit yang Banyak Dilaporkan usai Gempa NTT, ISPA Tertinggi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 26 Agu 2026 11:32 WIB
Suasana pelayanan kesehatan di RSUD Aeramo, Negekeo, NTT, Jumat (21/8/2026), usai terdampak gempa bumi. (Yufengki Bria/detikBali).
Foto: Suasana pelayanan kesehatan di RSUD Aeramo, Negekeo, NTT, Jumat (21/8/2026), usai terdampak gempa bumi. (Yufengki Bria/detikBali).
Jakarta -

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, memaparkan sejumlah masalah kesehatan yang dilaporkan setelah gempa bumi melanda wilayah Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak dilaporkan.

Dalam pemaparannya, Agus menyebut terdapat 9.668 kasus ISPA yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain ISPA, juga ditemukan kasus gigitan hewan penular rabies. Berikut distribusi penyakit yang banyak dilaporkan setelah gempa NTT periode 15-25 Agustus 2026:

  • ISPA/Batuk 9.668
  • Hipertensi 4.686
  • Myalgia 1.017
  • Trauma 662
  • Diarea/GEA 627
  • Gastritis 571
  • Dispepsia 487
  • Diabetes 392
  • Penyakit Kulit 347
  • Low Back Pain 283

Laporan tertinggi kasus ISPA sebanyak 9.668 kasus di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Ende, Ngada, dan Manggarai Timur. Terdapat kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 35 kasus di Kab Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulilah sudah divaksinasi semua," kata Agus dalam konferensi pers, Rabu (26/8/2026),



(suc/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads