Jonatan Christie berada di puncak kategori tunggal putra Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Jojo, panggilan akrabnya, berada di urutan teratas dengan raihan 87,631 poin.
BWF sendiri memperbarui daftar peringkat para pebulutangkis pada Selasa (25/8). Dinobatkannya Jojo di puncak juga berarti 'memutus' penantian setelah 26 tahun Indonesia tak bisa mengisi ranking 1 dunia tunggal putra.
Sebagai informasi, tunggal putra Indonesia sebelum Jojo yang pernah menempati ranking 1 BWF adalah Taufik Hidayat pada tahun 2000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latihan Kebugaran Jonatan Christie
Dikutip dari detikSport, Jonatan Christie resmi keluar dari Pelatnas PBSI Cipayung pada tahun 2025. Ini berarti ia harus mempersiapkan semuanya secara mandiri.
Namun, terkait jenis latihan, Jojo mengatakan sebelumnya bahwa tidak jauh berbeda ketika dirinya berada di Pelatnas.
"Untuk latihan kayaknya sama (dengan kebiasaan di Pelatnas) malah kayaknya akan lebih berat, karena belum tahu konteks cukupnya di mana," kata Jonatan kepada pewarta di Pelatnas PBSI, Cipayung.
Dikutip dari laman Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), di level atlet elit seperti Jojo, latihan fisik yang dijalani demi menjaga kebugaran tentu bervariasi.
"Salah satunya meningkatkan durasi latihan main di lapangan jadi 85 menit keatas. Ada juga lari, gym dan berenang. Tapi nggak sekaligus berbarengan, tiap minggu ada jadwalnya," kata Jojo sebelum persiapan Asian Games 2018.
"Semuanya ini ditambah waktu mau ke Asian Games. Lari di jogging track ditambah putarannya, gym ditambah bobot latihan bebannya. Kalau saya paling suka berenang, nggak suka lari, tapi ini baik untuk saya jadi ya dijalani saja," lanjutnya.
(dpy/dpy)










































