Jamal Musiala Kolaps 2 Kali di Lapangan, Pelatih Ungkap Penyebabnya

Jamal Musiala Kolaps 2 Kali di Lapangan, Pelatih Ungkap Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 24 Agu 2026 15:02 WIB
ATLANTA, GEORGIA - JULY 5: Jamal Musiala of FC Bayern Munchen during the FIFA Club World Cup 2025 quarter-final match between Paris Saint-Germain and FC Bayern Mnchen at Mercedes-Benz Stadium on July 5, 2025 in Atlanta, United States. (Photo by Martn
Jamal Musiala. (Foto: Getty Images/Eurasia Sport Images)
Jakarta -

Nasib apes menghampiri gelandang andalan Bayern Munich, Jamal Musiala. Pemain berusia 23 tahun tersebut sempat dua kali kolaps di lapangan saat membela Bayern Munich dalam laga persahabatan menjelang musim baru.

Diketahui, insiden tumbangnya Musiala di lapangan bukan disebabkan oleh cedera fisik akibat benturan atau kelelahan otot, melainkan berkaitan dengan perubahan pengobatan yang tengah dijalaninya untuk gangguan neurologis. Pelatih Bayern Vincent Kompany menyebut perubahan tersebut menimbulkan efek samping.

"Saya sudah bicara dengan Jamal, dan dia bilang 'tidak masalah, Coach bisa membeberkannya ke publik'," ungkap Kompany jelang laga Piala Super Jerman melawan Borussia Dortmund.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia melakukan sedikit perubahan pada metode pengobatannya, yang kemudian menimbulkan beberapa efek samping. Secara medis, melakukan penyesuaian dalam rencana terapi sebenarnya adalah hal yang sangat wajar," lanjutnya yang dikutip dari BBC.

ADVERTISEMENT

Awal pekan ini, Musiala memang mengumumkan ke publik bahwa dirinya tengah menjalani perawatan khusus untuk gangguan fungsi saraf (neurological dysfunction). Kondisi medis ini memicu kejang singkat atau absence seizures yang bersifat sementara, tetapi masih bisa ditangani dengan terapi obat secara teratur.

Manajemen Die Roten sendiri mengaku sudah mengetahui kondisi saraf Musiala sejak sebelum gelaran Piala Dunia dan sebelum kompetisi musim lalu dimulai. Hanya saja, masalah medis ini sebelumnya belum pernah mengganggu performa dan staminanya saat berlaga di lapangan hijau.

Namun, efek perubahan rencana pengobatan membuat Musiala sampai kolaps sebanyak dua kali hanya dalam kurun waktu empat hari. Tepatnya saat Bayern berhadapan dengan RB Leipzig dan Heidenheim.

Mengenal Kejang Absans dan Risiko Bagi Atlet

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pascainsiden, Musiala mengaku mulai terbiasa mengelola serangan kejang yang kini sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Secara medis, absence seizures merupakan salah satu jenis kejang umum yang sering mengintai anak-anak hingga usia dewasa muda. Konsultan Ahli Saraf dari National Hospital for Neurology and Neurosurgery London, Dr Meneka Sidhu, menyebut kejang absans tipikal umumnya hanya berlangsung dalam hitungan detik.

Saat serangan datang, orang yang mengalaminya biasanya tampak linglung, melamun, atau menatap kosong. Kondisi ini bisa mengurangi tingkat kesadaran secara mendadak sehingga penderita berisiko kehilangan keseimbangan dan tak responsif selama kejang berlangsung.

Pada jenis kejang atipikal yang durasinya lebih lama, penderita kerap menunjukkan gerakan refleks tanpa sadar seperti jari yang gelisah, kelopak mata berkedip cepat, hingga gerakan mengecap bibir.

Meski begitu, Dr Sidhu menegaskan bahwa kondisi saraf ini bukan akhir karier bagi seorang atlet profesional.

"Jika ditangani dan diobati secara efektif, tidak ada alasan kejang absans menghalangi seseorang untuk terus berolahraga," jelas Dr Sidhu.

Ia menambahkan hal paling krusial bagi atlet yang mengalami kondisi serupa adalah mengenali pemicunya (trigger). Bagi olahragawan yang beraktivitas fisik dengan intensitas tinggi seperti pesepakbola, serangan kejang rawan terpicu oleh kondisi dehidrasi serta hiperventilasi atau tarikan napas yang terlalu cepat.

Musiala sendiri bukanlah atlet elite pertama yang tetap berlaga di tengah diagnosis ini. Bintang rugbi asal Inggris, Tommy Freeman, juga divonis mengidap epilepsi dan kejang absans sejak usia 14 tahun.

Setelah mengonsumsi obat secara rutin yang terkontrol, Freeman tetap mampu tampil kompetitif di level tertinggi bersama klub Northampton dan tim nasional Inggris.

Saat ini, Kompany terpaksa mengecualikan Musiala dari laga pembuka Piala Super Jerman. Tim pelatih telah menyusun program latihan individual bagi sang gelandang agar kondisi fisiknya kembali stabil, sebelum Bayern memulai laga perdana dalam misi mempertahankan gelar Bundesliga melawan Stuttgart.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Menkes Ingin Ubah Sistem PPDS: Tak Bayar Kuliah, Dapat Gaji"
[Gambas:Video 20detik] (sao/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads