Banyak orang meyakini biji-bijian kecil yang keras, seperti biji cabai atau jambu biji, dapat masuk dan menyumbat usus buntu ketika tertelan. Namun, apakah secara medis hal tersebut benar terbukti?
Menanggapi kekhawatiran yang beredar luas ini, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K) menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat alias sebatas mitos.
"Kalau makan biji-bijian itu menyebabkan usus buntu secara langsung, itu adalah mitos, ya," ucap dr Himawan dalam konferensi pers daring, Selasa (1/9/2026).
Efek Biji Cabai pada Pencernaan
Ketika seseorang tak sengaja menelan biji cabai dan mengalami masalah perut, penyebab utamanya bukanlah biji cabai yang menyumbat usus buntu, melainkan zat pedas yang terkandung di dalamnya.
"Menurut saya, kalau makan cabai, efeknya ini lebih karena cabai itu sifatnya pro-radang. Zat pedasnya yang namanya capsaicin itu yang menyebabkan radang," katanya.
Peradangan akibat capsaicin ini tidak secara spesifik menyerang usus buntu, melainkan saluran pencernaan secara umum.
"Itu lebih ke lambung bisa (sebabkan penyakit). Kemudian ke usus halus pun bisa, ataupun usus besar yang bisa menyebabkan diare," lanjutnya.
Simak Video "Video: IDAI Beberkan Bahaya Usus Buntu Bocor pada Balita"
(aur/up)