Susu kental manis (SKM) kerap digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan dan minuman. Rasanya yang manis dan creamy membuat SKM mudah ditemukan sebagai topping roti, campuran kopi dan teh, hingga pelengkap makanan penutup.
Penggunaan SKM yang populer ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah produk ini boleh dikonsumsi setiap hari?
Pada dasarnya, SKM boleh dikonsumsi setiap hari selama digunakan sesuai takaran saji dan peruntukannya. SKM dapat menjadi pelengkap makanan dan minuman untuk memberikan rasa manis sekaligus menambah cita rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur SKM sebagai salah satu produk susu. Penggunaannya dapat dilakukan sebagai pelengkap atau campuran pada makanan dan minuman, termasuk sebagai topping.
SKM tidak diperuntukkan sebagai minuman susu yang dikonsumsi dengan cara diseduh lalu digunakan sebagai pengganti susu utama. Terutama pada bayi dan anak, kebutuhan susu dan zat gizi perlu disesuaikan dengan tahapan usia dan kebutuhan gizinya.
Perhatikan Takaran Saji SKM
Konsumsi SKM setiap hari tetap perlu mengikuti takaran saji yang tercantum pada kemasan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan gula di dalam setiap sajian.
Dalam satu sajian SKM terdapat sekitar 17 gram gula. Jumlah tersebut dapat menjadi bagian dari asupan gula harian sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan konsumsi makanan dan minuman lainnya.
Kemenkes menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Dengan demikian, satu sajian SKM yang mengandung 17 gram gula masih dapat ditempatkan dalam pola konsumsi harian selama keseluruhan asupan gula tetap diperhatikan.
Takaran saji juga membantu menentukan jumlah SKM yang digunakan ketika ditambahkan ke makanan atau minuman. Jadi, penggunaan SKM tidak perlu berlebihan untuk mendapatkan rasa manis yang diinginkan.
Bisa Jadi Pelengkap Makanan dan Minuman
SKM dapat digunakan untuk memberikan rasa manis sekaligus melengkapi cita rasa makanan dan minuman.
Penggunaannya cukup beragam. SKM dapat ditambahkan sebagai topping pada roti, pelengkap makanan penutup, maupun campuran pada minuman seperti kopi atau teh.
Dokter spesialis gizi dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan konsumsi SKM setiap hari tetap diperbolehkan selama penggunaannya sebatas pelengkap.
"Boleh harian tapi cuma sebagai topping atau tambahan, jadi dikonsumsi setiap hari sebatas pemanis atau pelengkap rasa di makanan atau minuman," ujar dr Yaze.
Dengan penggunaan seperti ini, SKM dapat menjadi salah satu pilihan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman tanpa harus selalu menambahkan gula pasir secara terpisah.
Tetap Mengandung Nutrisi yang Bermanfaat
SKM tidak hanya mengandung gula. Sebagai produk susu, SKM juga mengandung zat gizi lain yang dapat berasal dari bahan baku susu maupun proses fortifikasi, seperti protein, lemak, serta sejumlah vitamin dan mineral.
Kandungan zat gizi tersebut dapat berbeda antar produk sehingga informasi pada label kemasan menjadi acuan untuk mengetahui kandungan gizi dalam setiap sajian.
Karena itu, penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan dan minuman dapat memberikan tambahan rasa sekaligus sejumlah zat gizi dalam pola makan sehari-hari.
Meski begitu, SKM tetap tidak ditujukan untuk menggantikan susu utama. Penggunaannya lebih tepat sebagai pelengkap atau topping sesuai takaran saji.
Jadi, Bolehkah Konsumsi SKM Tiap Hari?
SKM boleh dikonsumsi setiap hari selama mengikuti takaran saji pada kemasan dan digunakan sesuai peruntukannya sebagai pelengkap makanan atau minuman.
Dengan kandungan gula sekitar 17 gram per sajian, jumlah SKM yang digunakan perlu disesuaikan agar tetap berada dalam batas konsumsi gula harian. Asupan gula dari makanan dan minuman lain juga tetap perlu dikontrol agar total konsumsi gula dalam sehari tetap sesuai anjuran.
Penggunaan SKM juga dapat menjadi pilihan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman sekaligus memperoleh zat gizi lain yang terkandung di dalamnya, termasuk vitamin dan mineral.
Kuncinya adalah menggunakan SKM sesuai takaran saji, menjadikannya sebagai pelengkap atau topping, serta tidak mengonsumsinya dengan cara diseduh air sebagai susu.
Baca juga: Benarkah SKM Bukan Produk Susu? |
Lihat juga Video: Maaf! Minuman Rasa Susu hingga Kental Manis Dilarang Masuk Menu MBG
