Menkes Bicara Update Pengobatan TBC Dipangkas Jadi 1 Bulan, Begini Risetnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 23 Okt 2026 11:03 WIB
Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya pengembangan kandidat obat tuberkulosis (TBC) yang memungkinkan durasi pengobatan dipangkas menjadi hanya satu bulan. Saat ini, pengobatan TBC umumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan, tergantung jenis TBC dan regimen yang digunakan.

Budi mengatakan kandidat obat tersebut dikembangkan oleh TB Alliance, organisasi internasional yang berfokus pada pengembangan pengobatan untuk eliminasi TBC. Selain obat minum, pengembangan juga mencakup sediaan suntik dengan efek jangka panjang.

"Ada beberapa organisasi, saya tuh pertama kali dengarnya dari TB Alliance. Ini adalah NGO internasional yang bergerak di bidang TBC untuk eliminasi. Sudah menemukan beberapa kandidat obat yang minumnya satu bulan saja, instead of empat bulan atau enam bulan, dan dikasih sekali suntik," kata Budi menjawab pertanyaan detikcom dalam konferensi pers Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, pemberian obat melalui suntikan jangka panjang atau long-acting injection menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan. Metode ini diharapkan dapat mempertahankan keberadaan obat di dalam tubuh dalam waktu lebih lama.

Budi menjelaskan, obat yang diminum akan diserap melalui saluran pencernaan sebelum masuk ke aliran darah. Sementara itu, obat suntik diberikan langsung ke jaringan atau aliran darah, bergantung pada jenis sediaannya.

"Karena masuknya ke pencernaan, sedangkan kalau disuntik itu masuk ke darah kan. Darah itu kan muter terus. Unless kita berdarah banyak atau kita diambil darahnya, ya dia selama itu akan ada di tubuh kita," ujarnya.

Ia menambahkan, formulasi suntik jangka panjang tersebut dikembangkan agar obat dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh dan membantu membunuh bakteri penyebab TBC.




(naf/kna)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork