Minggu, 24 Okt 2021 06:52 WIB

Perjalanan Hidup dr. Boyke dan Kisah Seks Lewat Pusar

detikTV, Khairunnisa Adinda Kinanti - 20detik - detikHealth
Jakarta -

Dokter kandungan dan pakar seks kelahiran Bandung ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Sosoknya sering muncul di televisi guna memberikan edukasi seks dengan pembawaannya yang menghibur. Siapa lagi kalau bukan dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS (64) atau yang lebih dikenal dr. Boyke.

dr. Boyke yang lahir dari keluarga sangat disiplin ini merupakan anak tertua dari 5 bersaudara . Profesi ayahnya adalah tentara, sedangkan ibunya seorang guru.

Menjadi dokter ternyata sudah cita-cita dr. Boyke dari umur 7 tahun. Ia mengalami peristiwa di mana sang ibu pendarahan dan tidak sadarkan diri ketika hamil anak ketiga. Melihat ibunya berhasil diselamatkan oleh seorang dokter, ia bertekad untuk menjadi dokter kandungan.

"Saya berpikir dokter itu bisa menyembuhkan orang meninggal menjadi hidup kembali. Dari situlah saya bercita-cita kalau bisa menjadi dokter kandungan," ujar dr. Boyke dalam program Sosok di detikcom.

Pria lulusan Fakultas Kedokteran UI ini menjalani kewajiban untuk memenuhi syarat kelulusan, adalah WKS (Wajib Kerja Sarjana). Ia ditempatkan di lokasi yang cukup terpencil, yakni di Puskesmas Kecamatan Palas, Lampung Selatan.

Di tempat ini juga, dr. Boyke menemukan banyak kasus pernikahan dini. Pernikahan terjadi di usia yang masih belasan tahun, baik laki-laki maupun perempuannya.

Saking mudanya, pernah ada pasutri muda yang konsultasi belum hamil karena tidak tahu caranya berhubungan seksual. Padahal mereka sudah menikah selama 2 tahun.

"Jadi saya di puskesmas dapat pasien laki-lakinya 14 tahun. Istrinya itu 12 tahun atau 13 tahun tapi sudah menikah. Ternyata hubungan seksnya di udel (pusar-red). Saya melihat udelnya itu sampai merah," ungkap dr. Boyke yang lalu menceritakan mereka akhirnya hamil 2 bulan kemudian setelah konsultasi itu.

Selain peduli terhadap kesehatan, ternyata dr. Boyke juga peduli terhadap pendidikan. Ia mendirikan sekolah agar masyarakat di Kecamatan Palas bisa mendapat pendidikan yang layak. Karena diketahui, ketika itu warga di sana kebanyakan hanya lulusan SMP.

"(Nama sekolahnya) SMA Panca Putra Palas. Namanya Panca Putra, 5 putra Palas," cerita dr. Boyke.

Ia pun harus rela mengajar beberapa orang lulusan SMA untuk menjadi guru, dikarenakan minimnya guru di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Palas itu.

''Jadi saya KPG (Kursus Persamaan Guru) 1 tahun itu menjadi guru bahasa inggris, guru psikologi, yang kurang-kurang saja yang lainnya saya meminta guru SMP yang mengajar. Setahun saya bawakan berkasnya untuk menjadi pegawai negeri agar mereka menjadi guru. Akhirnya mereka bisa menjadi guru lumayan bisa menambah sekitar 75 orang guru untuk satu kecamatan," ujar dr. Boyke sembari tersenyum.

Berkat semua perjuangannya dalam bidang pendidikan, dr. Boyke terpilih menjadi dokter teladan tingkat nasional mewakili provinsi Lampung pada tahun 1985. Setelah lulus dari WKS pertama, selanjutnya di WKS kedua, ia ditempatkan di Masamba, Luwu.

Selain itu, dr. Boyke juga membagikan kisah hidupnya dan membahas seputar seks di buku-buku yang ditulisnya. Ia juga sempat menjadi aktor, dan adu akting dengan artis lain di beberapa film.

(gah/gah)