Cathy Sheargold (39) adalah seorang 'pemakan emosional', yang gemar makan junk food untuk mendapatkan energi dengan cepat. Masalahnya, karena energi tak bisa bertahan lama, ia akan makan lebih banyak cokelat, keripik, dan gorengan.
Selain itu, ia juga seorang 'pemakan rahasia'. Ia akan memesan 10 potongan ayam dan chip besar di resto cepat saji dan berpura-pura memesan untuk keluarga. Lalu ia akan mencari jalanan gelap atau taman untuk menghabiskan makanannya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tubuh Cathy semakin menggemuk hingga sekitar 160 kg. Karena kondisinya, ia banyak mengalami insiden memalukan. Suatu hari ia mendengar seorang anak mengatakan pada ibunya, "Lihat, wanita itu butuh dua kursi." Seorang teman bahkan memberitahu ia tampak seperti menggendong nyamuk ketika sedang menyusui anaknya.
Puncaknya, pada akhir tahun 2010 ayahnya yang bertubuh gemuk mengalami emboli paru. Dokter mengiranya akan meninggal, tapi tidak. Peristiwa itu justru membuat Cathy berpikir tentang kematiannya sendiri. Ia terbangun terengah-engah di malam hari, duduk dan merasa terluka.
Ia mulai berpikir bagaimana nasib anaknya yang baru 2 tahun jika ia meninggal nanti. Bayang-bayang tentang kematian membuatnya memutuskan untuk berubah.
Ia datang ke gym dan berlatih 6 hari seminggu. Kebiasaan makan junk food diganti dengan makanan yang lebih bergizi. Hal besar yang ditambahkan ke dietnya adalah air. Ia bisa minum 3 liter air sehari, kadang-kadang lebih tergantung pada latihan yang dilakukannya.
Kini rempah dan bumbu segar lebih banyak masuk ke tubuhnya ketimbang minyak dan garam. Ia pun lebih banyak melakukan aktivitas menyenangkan seperti naik gunung, lomba jalan santai atau melakukan pelatihan tinju.
Dengan melakukukan rutinitas yang sehat, berat badannya pun perlahan turun. Kini angka di timbangannya sudah menunjukkan angka 70 kg, yang artinya ia sudah berhasil menurunkan sekitar 90 kg.
Sumber: huffingtonpost
(mer/vit)










































