Masker Mendadak Mahal Imbas Abu Vulkanik, Kemenkes Buka Suara

Masker Mendadak Mahal Imbas Abu Vulkanik, Kemenkes Buka Suara

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 08 Sep 2026 06:36 WIB
Warga membeli masker di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026), di tengah kekhawatiran terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ilustrasi. (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengakui memang ada kelangkaan stok dan kenaikan harga masker di pasaran. Hal ini imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Berkenaan dengan beredarnya isu kelangkaan stok dan kenaikan harga masker di pasaran pasca letusan Gunung Anak Krakatau, saat ini memang terjadi kenaikan harga, di beberapa toko offline maupun online," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman kepada detikcom, Selasa (8/9/2026).

Sebelumnya, susahnya membeli masker via daring banyak dikeluhkan di tengah meluasnya sebaran abu Anak Krakatau. Beberapa toko bahkan dilaporkan menaikkan harga secara tidak wajar, sampai 10 kali lipat dari biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, selain menaikkan harga, pembeli yang sebelumnya sudah melakukan checkout, secara sepihak juga toko melakukan pembatalan tanpa alasan yang jelas.

"Kelangkaan stok masker hanya terjadi di sejumlah tempat di tingkat penjual eceran, sementara stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi," kata Aji.

ADVERTISEMENT

Terkait jenis masker, Kemenkes mengatakan apabila masker jenis N95, KN95, KF94 atau yang setara belum tersedia, dapat menggunakan masker medis yang ada dengan cara yang benar.

Tata Cara Penggunaan Masker Medis

Berbeda dengan masker respirator seperti N95, KN95, dan KF94, masker medis (masker biasa) hanya memiliki kemampuan filtrasi sekitar 50-60. persen. Sementara masker respirator dapat menyaring hingga 95 persen partikel.

Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengatakan penggunaan masker tetap perlu disertai dengan penggantian secara berkala. Masker yang digunakan dalam waktu lama dapat menjadi lembap akibat uap air dari pernapasan sehingga perlu diganti.

"Harus secara berkala diganti. Termasuk N95, kalaupun Anda pakai pada pekerja di luar misalnya kerjanya sudah 6 jam, 8 jam harus diganti," kata dr Agus dalam tayangan detikPagi, Senin (7/9/2026).



(dpy/up)
Masker Diburu Imbas Debu
14 Konten
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masker jadi buruan banyak orang. Tak butuh waktu lama, kelangkaan imbas panik buying mulai bikin resah. Sudah langka, mahal pula.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads