'Jatuh Cinta' dengan Aktivitas Berlari, Pria Ini Turunkan Bobot 48 Kg

Diet Experience

'Jatuh Cinta' dengan Aktivitas Berlari, Pria Ini Turunkan Bobot 48 Kg

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 19 Agu 2013 11:45 WIB
Jatuh Cinta dengan Aktivitas Berlari, Pria Ini Turunkan Bobot 48 Kg
Before
Jakarta - Olahraga rutin seperti berlari jika dilakukan dengan rutin akan membantu menurunkan berat badan. Teori ini telah dibuktikan oleh Anthony Williams (31). Sebelum rutin berlari, bobotnya mencapai 125 kg. Namun kini bobotnya telah turun menjadi 77 kg. Bagaimanakah kisahnya?

Sejak kecil, seperti kebanyakan orang Anthony memang sudah berbakat memiliki tubuh gemuk. Ia juga jarang beraktivitas, ia lebih suka diam di rumah daripada keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya. Untuk urusan makanan, orang tuanya memang selalu menyediakan menu sehat seperti sayuran dan buah-buahan, namun Anthony tetap hanya mau makan jika ada junk food.

Suatu hari, ayah Anthony yang mengalami diabetes dibawa ke ruang gawat darurat rumah sakit. Ia mengalami masalah perdarahan dengan kakinya. Sebelumnya, ayah Anthony diketahui kehilangan satu kaki akibat komplikasi diabetes. Melihat kondisi ayahnya saat itu membuat Anthony stres dan mual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada malam itu, dokter memberitahu kami bahwa tak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain melakukan amputasi pada kakinya yang satu lagi. Saya sangat terkejut," ungkap Anthony, seperti dilansir Huffington Post, Senin (19/8/2013).

Sejak saat itu, hidup Anthony berubah. Ia menyadari jika tak segera mengubah pola makan dan aktivitasnya, maka bukan tidak mungkin ia akan mengalami apa yang dialami oleh ayahnya sekitar 10-15 tahun lagi, atau bahkan lebih cepat. Setelah sebelumnya berkali-kali melakukan diet dan tak pernah berhasil, kali ini Anthony bertekad penuh untuk lebih serius.

"Saya langsung mengubah pola makan saya menjadi lebih sehat. Saya tak lagi makan junk food, saya mengutamakan menu seperti sayuran dan buah, serta mengontrol kalori yang masuk ke dalam tubuh saya," ujar Anthony.

Setelah beberapa bulan menahan keinginan makannya yang tinggi, Anthony melanjutkan usahanya untuk menurunkan berat badan dengan mulai latihan. Ia mengawalinya dengan bergabung ke sebuah gym. Sebelumnya ia sama sekali belum pernah melakukan aktivitas fitness di gym sama sekali. Baginya, langkah ini merupakan sebuah langkah baru.

"Di gym saya pertama mencoba untuk berjalan di treadmill. Saya memulainya dengan berlari selama lebih kurang 1 menit, dilanjutkan dengan berjalan 2 menit. Saya melakukan hal itu selama 30 menit. Saya merasa sangat sulit melakukannya, seperti ingin pingsan. Tapi saya tetap harus fokus," papar Anthony.

Dalam beberapa kunjungan ke gym selanjutnya, Anthony meningkatkan menu latihannya. Dari yang awalnya hanya 1 menit berlari, kini ia mengingkatkan porsinya menjadi berlari selama 2 menit dan bahkan hingga 5 menit. Ia rutin fitness ke gym setiap hari Minggu, Senin, Rabu, dan Kamis.

Merasakan perubahan tubuhnya menjadi lebih bugar dengan rutin berlari, ia pun memberanikan diri mendaftar ikut perlombaan lari lokal sejauh 5 km dan berhasil menyelesaikannya dengan cukup baik. Selanjutnya, Anthony melanjutkan aktivitas berlari dengan mulai ikut pertandingan lari maraton.

Kini setiap bulannya, Anthony rutin berlari lebih kurang 160 km. Dengan berhasilnya Anthony mengubah pola makan dan 'kecanduan' lari, tubuhnya semakin bugar dan bobotnya pun kian menurun hingga akhirnya mencapai angka 77 kg.

Meskipun target awalnya untuk menurunkan bobot sudah berhasil, ia tak lantas berhenti berlari. Ia tetap melakukan aktivitas dan berbagai pertandingan lari. Tak hanya itu, Anthony kini juga aktif bersepeda dan yoga. Bobotnya yang kini sudah lebih ideal tak dipungkiri membuat kepercayaan diri Anthony juga meningkat, ia pun kini mulai bersosialisasi dengan bergabung ke sebuah organisasi non-profit.

"Saya kini bergabung sebagai relawan di sebuah organisasi non-profit bernama 'Back on My Feet'. Organisasi ini mempromosikan kemandirian tunawisma dengan melibatkan mereka untuk menjalankan berbagai kegiatan yang bisa membangun kepercayaan diri," tutur Anthony.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads