Diputuskan Kekasih Gara-gara Terlalu Gemuk, Barbara Pangkas Bobot 93 Kg

Diet Experience

Diputuskan Kekasih Gara-gara Terlalu Gemuk, Barbara Pangkas Bobot 93 Kg

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 06 Nov 2013 12:01 WIB
Diputuskan Kekasih Gara-gara Terlalu Gemuk, Barbara Pangkas Bobot 93 Kg
Before
Jakarta - Putus cinta rupanya tak selalu memberikan efek buruk bagi seseorang. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Barbara Marie Cuadrado (35). Diputuskan oleh sang kekasih karena tubuhnya yang gemuk dan berbobot 159 kg, ia lantas memutuskan untuk menurunkan berat badannya dan 'balas dendam'.

Barbara sendiri mengakui sejak kecil dirinya memang sudah gemuk. Sang ibu bahkan pernah membawanya ke dokter saat ia masih berusia 6 tahun untuk menurunkan berat badannya. Sesaat setelah bobotnya berhasil turun, Barbara kembali pada pola makannya yang tak sehat. Akibatnya, saat beranjak dewasa ia hanya kuliah 2 tahun dan tak melanjutkannya kembali karena tak tahan dengan ejekan dari teman-teman di kampus.

Selanjutnya ia bekerja di sebuah kasino yang dimulai dari pukul 8 malam sampai pukul 4 pagi, sehingga membuatnya hanya tidur sepanjang hari. Kondisi ini juga sering membuatnya merasa kelelahan dan hal tersebut menjadi alasan baginya untuk memanjakan diri dengan makanan-makanan tak sehat seperti pizza, ayam goreng, dan junk food lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selang waktu berjalan, Barbara menjalin hubungan asmara dengan seorang pria yang menurutnya bisa menerima tubuhnya yang gemuk apa adanya. Namun rupanya ia salah, sang kekasih kemudian memutuskan hubungan mereka begitu saja. Hal ini membuat Barbara benar-benar sakit hati dan bertekad untuk melakukan segala cara agar tubuhnya menjadi langsing.

"Saya ingin menunjukkan pada dia bahwa saya bisa menjadi seperti wanita lain. Termotivasi dengan rasa marah, sedih, dan frustasi, saya memulai program diet saya," ungkap Barbara, seperti dikutip dari Huffington Post, Rabu (6/11/2013).

Barbara memulai program penurunan berat badannya dengan latihan pilates. Ia juga menghilangkan kebiasaan makannya yang tak sehat. Ia hanya mau makan dengan makanan yang tidak digoreng, sayuran dan buah. Jika biasanya ia sarapan dengan pizza, kini ia hanya sarapan dengan sereal dan susu. Sementara untuk makan siang, Barbara mengurangi porsinya dan untuk makan malam ia memilih ikan tuna.

"Dulu saya tidak pernah menghitung kalori saat makan, kini saya terbiasa memeriksa kandungan nutrisi yang ada di kemasan makanan apapun yang saya makan agar saya tahu berapa banyak nutrisi yang masuk ke dalam tubuh saya," tutur Barbara.

Kini bobot Barbara stabil di angka 66 kg dan ia cukup puas atas usaha kerasnya selama ini. Baginya perubahan bentuk tubuh ini tak hanya membuatnya percaya diri, tetapi juga membantunya beraktivitas. Ia mengaku senang karena kini tak lagi merasa kesulitan saat harus naik turun tangga.

(ajg/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads