"Saya memang sudah chubby sejak kecil, tapi kemudian berat badan saya terus bertambah dan bertambah sejak SMA. Bagaimana tidak, saya terbiasa beralih pada makanan," ujar Stephanie, seperti dilansir Huffington Post, Senin (9/12/2013).
Agar tak diejek oleh teman-teman kerjanya, Stephanie setiap hari harus makan siang di dalam mobil. Ia harus melakukannya karena porsi makan siangnya sangat banyak dan beragam, mulai dari burger, kentang goreng, onion rings dan chocolate shakes. "Jujur kebiasaan makan ini membuat saya menjadi lesu, marah-marah, depresi dan kulit saya juga jadi pecah-pecah. Tapi saya merasa butuh," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stephanie bergabung dengan Weight Watchers dan mengikuti setiap program yang diberikan. Selain mengubah pola makan, Stephanie juga dianjurkan untuk melakukan aktivitas ringan. Namun ia tak ingin langsung 'mengagetkan' tubuhnya, sehingga ia memutuskan untuk memulainya dengan berjalan kaki.
Tak diduga, rutin setiap hari berjalan kaki benar-benar memberi perubahan. Ia merasa pergerakannya semakin ringan. Pola makannya yang tak lagi mengandalkan junk food juga membuatnya semakin berenergi untuk beraktivitas. "Berat badan saya mulai turun dan membuat saya yakin kebiasaan baik akan semakin berkembang menjadi baik jika diniatkan," pungkas Stephanie.
Dari yang awalnya merasa kesulitan berjalan, sekitar 6 bulan kemudian ia bahkan bisa joging sejauh 5 km dengan mudah. Meneruskan segala pola hidup sehatnya, kini bobot Stephanie sudah turun menjadi 72 kg. "Lutut saya tak lagi sakit meskipun saya joging tiga kali dalam seminggu," tegasnya.
(ajg/up)











































