Kepada detikHealth, mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret, Solo, ini bobotnya kian meningkat akibat 'terlalu sayang' menyisakan makanan. Bobie mengaku memiliki kebiasaan menghabiskan sisa makanan milik teman-temannya yang tak habis, tanpa ragu sedikit pun.
Alasannya, Bobie mengungkapkan bahwa dirinya selalu berpegang pada prinsip yang diajarkan orang tuanya, yang berpesan bahwa ia tak boleh menyia-nyiakan makanan. Meskipun tak ada yang salah dengan prinsip tersebut, akibat yang ditimbulkan adalah bobotnya yang menjadi meningkat tak terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebetulan pusat kebugaran tempatnya berlatih menawarkan program penurunan berat badan. Dalam program tersebut Bobie berlatih 3-4 kali dalam seminggu dengan durasi 2-3 jam dalam satu kali latihan. Latihan ini tak ia lakukan sendiri, melainkan dipandu oleh seorang personal trainer.
Selain rutin latihan, Bobie juga diharuskan untuk mengatur pola makan lebih sehat, salah satunya adalah mengurangi asupan karbohidrat seperti nasi putih.
"Setelah 2 bulan menjalani program tersebut, bobot saya turun 24 kg. Saya memutuskan untuk tidak menggunakan personal trainer lagi. Saya mulai berlatih di gym dan menjaga pola makan dengan kemauan dan kesadaran sendiri," ujar Bobie, seperti ditulis pada Jumat (24/1/2014).
Tak sia-sia, program penurunan berat badan yang mulai dilakukannya pada 18 Januari 2013 silam tersebut hingga hari ini telah membuat bobotnya turun hingga total 75 kg. "Sebelum mengikuti program saya berbobot 150 kg dan sekarang jadi 83 kg. Targetnya sih 75 kg," lanjutnya.
Kini selain menurunkan berat badan, ia juga berusaha menjaga proporsi tubuhnya agar tetap ideal. Guna mengencangkan bagian-bagian tubuhnya yang masih bergelambir, Bobie rutin melakukan latihan peningkatan massa otot.
(ajg/)











































