Nah, ingin berbagi tips dietnya kepada para pembaca, pria kelahiran 29 Mei 1991 ini menceritakan program penurunan berat badan yang dijalaninya selama 8 bulan kepada detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (12/3/2014):
Sejak kecil saya memang sudah memiliki bentuk badan yang cenderung gemuk, padahal saya sebenarnya tidak sering makan makanan cepat saji. Mungkin badan saya bertambah gemuk karena saya mengonsumsi air, sayur, dan lauk dengan porsi yang banyak.
Karena memiliki badan yang gemuk, pada saat saya berumur 19 tahun saat duduk di bangku kuliah, saya terkena penyakit terjepitnya saraf di lumbar 4 dan 5 oleh tumpukan lemak. Akibatnya untuk bangun dari posisi tidur dan berjalan saja sangat menyakitkan bagi saya.
Segala cara sudah saya lakukan untuk menyembuhkan penyakit ini. Mulai dari pengobatan sinshe, akupuntur, hingga disuntik. Namun tetap saja sakit yang saya alami ini tidak hilang-hilang. Akhirnya saya mencoba untuk menurunkan berat badan saya dan juga melakukan kegiatan pelenturan anggota tubuh. Awalnya sulit bagi saya untuk melakukan diet, namun saya tetap mencobanya karena saya ingin sembuh.
Pola diet yang saya terapkan adalah dengan mengatur pola makan. Pada pagi hari saya mengonsumsi telur rebus dan sayuran. Siang hari saya mengonsumsi nasi putih dengan lauk ayam bakar bagian dada. Sore harinya saya makan buah-buahan seperti pisang atau apel. Saya juga tidak makan gorengan dan camilan sama sekali. Saya juga rajin fitnes agar bagian tubuh yang mengecil tidak bergelambir.
Selama 8 bulan saya menjalankan diet tersebut dan hasilnya berat badan saya turun sebanyak 30 kg. Semoga pengalaman diet ini dapat bermanfaat untuk para pembaca.
(ajg/vit)











































