Tak Ingin Sakit karena Obesitas, Asmadi Pangkas Bobot 22 Kg

Diet Experience

Tak Ingin Sakit karena Obesitas, Asmadi Pangkas Bobot 22 Kg

- detikHealth
Jumat, 25 Apr 2014 16:18 WIB
Tak Ingin Sakit karena Obesitas, Asmadi Pangkas Bobot 22 Kg
Asmadi (before)
Balikpapan - Dinyatakan obesitas dari hasil medical check up, Asmadi (31) pun takut terkena penyakit kronis. Tak lantas ingin membuang-buang waktu, ia pun memutuskan untuk mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup sehat demi 'membuang' titel obesitas yang dimilikinya.

Kepada detikHealth, pria dengan tinggi badan 165 cm dan bobot sebelum berdiet 97 kg ini menceritakan pengalaman diet yang dijalaninya selama 8 bulan dan berhasil menurunkan bobotnya menjadi 75 kg tersebut, seperti ditulis pada Jumat (25/4/2014):

Diet saya berawal dari hasil medical check up yang menunjukkan bahwa saya termasuk dalam golongan obesitas. Saya sangat takut dengan penyakit yang mungkin menyerang saya karena obesitas tersebut. Selain itu saya juga merasa kurang percaya diri, cepat lelah, mudah mengantuk, malas, dan masih banyak lagi. Kondisi tersebut semakin menguatkan niat saya untuk berdiet.

Saya menjalani diet dengan 3 metode. Pertama, saya rutin menjalani puasa hari Senin dan Kamis. Saat sahur saya hanya mengonsumsi satu butir telur yang direbus atau digoreng tanpa menggunakan minyak, plus saya juga selalu minum satu sendok makan madu. Saat buka puasa saya mengonsumsi kue kukus dan teh manis. Untuk makan malam saya atur menjadi 80 persen protein dan 20 persen karbohidrat.

Metode kedua adalah olahraga yang saya jalankan. Saya rutin lari pagi 5 kali dalam satu minggu dengan durasi 30 menit tanpa jeda untuk istirahat, ditambah dengan latihan ringan selama 15 menit. Selain untuk menjaga stamina, lari pagi juga dapat menambah asupan okesigen yang bersih ke dalam tubuh dan bisa membakar lebih banyak kalori dibandingkan jika berlari pada sore hari.

Metode diet yang terakhir adalah dengan mengatur pola makan. Setelah lari pagi, saya langsung memperbanyak konsumsi air putih. Kemudian pukul 9 pagi, biasanya saya mengonsumsi buah naga atau buah apel. Makan siang baru saya lakukan pada pukul 12 tanpa nasi, hanya sayur dan lauk-pauk saja. Saya berhenti makan selambat-lambatnya pukul 8 malam.

Alhamdulillah perlahan tapi pasti bobot tubuh saya berangsur-angsur turun 22 kg dalam waktu 8 bulan. Saya memang sengaja menurunkan bobot tubuh secara perlahan dan tidak terburu-buru, agar kulit saya tidak terlalu kendur dan bergelambir. Hingga saat ini saya masih melakukan diet hingga bobot tubuh saya mencapai 67 kg.

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads