Diet Murah Meriah, Prita Pangkas 15 Kg Cuma dengan Kurangi Porsi Makan

Diet Experience

Diet Murah Meriah, Prita Pangkas 15 Kg Cuma dengan Kurangi Porsi Makan

- detikHealth
Jumat, 06 Jun 2014 09:03 WIB
Diet Murah Meriah, Prita Pangkas 15 Kg Cuma dengan Kurangi Porsi Makan
Prytha Before
Malang - Sebagian orang justru lebih boros saat diet, sebab makanan sehat kadang-kadang lebih mahal harganya. Namun tidak demikian dengan Prita, yang cermat mengatur diet sehingga tak cuma langsing yang didapat tetapi juga hemat biaya.

Prita Larasati (24), mengelola dietnya dengan hanya mengurangi porsi makan. Jika semula makan seporsi, selama diet ia hanya mengonsumsi setengah porsi, yang pastinya lebih irit. Begitu juga untuk olahraga, ia tidak merasa perlu ikut fitness berbayar. Semua serba gratis hingga akhirnya sukses menurunkan berat badan dari 60 kg menjadi 45 kg dalam waktu hanya 5 bulan.

Berikut penuturannya kepada detikHealth, seperti ditulis Jumat (6/6/2014).

Berawal dari ejekan teman-teman, meskipun itu mungkin bermaksud bercanda tetapi membuat kepikiran juga. Misalnya:

"Ban motorku jadi kempes habis bonceng kamu."
"Ya ampun, perut kamu yang awalnya isi belut kok lama-lama jadi anaconda."
"Bisa tidak sabuknya dilepas dulu" karena melihat lipatan-lipatan lemak yang berada di perut saya sampai terlihat seperti sabuk tebal.

Kemudian saya mulai membaca-baca artikel diet yang sekiranya tidak memerlukan biaya mahal ataupun usaha yang menyiksa diri. Hampir semua cara diet saya jalankan, seperti OCD yang sedang tenar saat itu.

Tapi membatasi waktu makan justru membuat saya makan lebih banyak saat waktu makan sudah dibuka. Atau seperti banyak orang menyarankan olahraga teratur, karena saya cenderung malas jadi hal itu mungkin hanya bertahan 2-3 hari saja dan tidak pernah kontinyu.

Saya tetap makan makan apapun seperti yang saya inginkan tetapi perlahan saya kurangi. Bila biasanya makan satu porsi saya kurangi jadi setengah porsi. Dan tidak lupa selalu menyertakan sayur.

Saya juga menerapkan untuk mengunyah perlahan, agar mulut merasa lebih cepat capek dan memutuskan berhenti untuk mengunyah lebih banyak makanan lagi.
Kebiasan ngemil pun jadi saya ganti, yang dulunya ngemil kue, keripik, gorengan, dan sejenisnya jadi saya ganti menjadi ngemil buah-buahan. Ternyata membuat tubuh lebih segar untuk menjalankan aktifitas.

Saat siang saya biasanya suka jajan, seperti minum es kopi atau berbagai minuman baru yang menarik di kalangan teman-teman, kemudian saya ganti untuk minum jus buah. Kadang saya memilih buah yang sudah manis bila dijus meskipun tanpa gula.

Untuk olahraga saya tidak pernah fitnes, senam, yang memerlukan biaya seperti itu. Tapi cukup dengan berjalan ringan. Bila biasanya saya naik ke gedung kampus menggunakan lift, saya ganti dengan naik tangga. Atau saat biasanya pergi ke ATM yang tidak terlalu jauh dengan naik motor, saya ganti dengan berjalan kaki.Selain itu juga melakukan pekerjaan rumah yang ringan seperti menyapu.

Dulu saya sering begadang sampai pagi bahkan sampai menjadi kebiasaan. Dan akhirnya membuat saya kurang tidur. Karena tuntutan kegiatan, akhirnya saya mulai mengatur jadwal tidur saya yang berantakan. Bila biasanya saya tidur di atas jam 12 malam, saya membiasakan diri mulai tidur jam 9 malam. Ternyata berhasil membuat saya tidur dan bangun teratur.

Untuk mempertahankan berat badan yang sudah dicapai, cukup dengan tahu kapan saat berhenti untuk makan, jangan sampai kekenyangan. Perubahan yang paling saya rasakan adalah saat memakai baju yang dulu sangat ketat sekarang menjadi longgar di badan saya. Badan lebih ringan, yang terpenting terlihat proporsional dan lebih lincah menjalankan aktifitas. Menurut saya itulah pengalaman diet yang paling mudah, murah, dan menyenangkan untuk dijalani.


(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads