Apa cara yang dilakukan Robert hingga ia berhasil menurunkan bobotnya? Simak penuturannya kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (23/9/2015) berikut ini:
Saya mulai termotivasi untuk diet setelah saya merasa lelah setiap kali beraktivitas. Kemudian, teman-teman saya sering mengejek saya dengan sebutan badut dan diberi nama Robert Gendut. Sejak saat itulah, saya mulai daftar di salah satu fitness center dan mulai rutin nge-gym tiap hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya pun mulai mengatur pola makan. Di pagi hari, saya mengonsumsi susu protein dan tiga butir putih telur rebus. Siangnya, saya makan nasi dengan lauk pauk rendah lemak secukupnya. Nah, di malam hari, saya minum jus buah selepas nge-gym ditambah dua buah pisang atau ubi jalar. Tiga bulan berikutnya, berat badan saya turun lagi sebanyak 15 kg hingga mencapai angka 75 kg.
Selama berdiet saya pun menghindari gorengan, mi instan terutama mi rebus, dan makanan berlemak. Dua minggu pertama menjalani program ini memang sulit. Tapi saya terus memotivasi diri untuk tidak menyerah dan yakin lama-kelamaan saya pasti akan terbiasa. Sekarang, banyak teman-teman yang kagum akan keberhasilan diet saya.
Bahkan, teman yang sudah lama tidak bertemu pangling dengan penampilan saya karena berat badan saya turun drastis tetapi tetap fresh. Semua baju dan celana juga berubah ke ukuran Slim Fit. Saya merasa bahagia karena apa yang sudah saya jalankan selama ini membuahkan hasil yang maksimal untuk berat badan saya ditambah tubuh yang makin fit.
Sampai saat ini, saya masih rutin gym dan menjalani diet rendah lemak. Sekarang, motto hidup saya adalah Stay Slim. Mudah-mudahan diet experience saya bisa memotivasi teman teman semua, ya. Ayo diet sekarang juga! Let's burn your fat and calorie guys.
Baca juga: Setop Hobi Makan Mi Instan Plus Nasi, Lia Berhasil Turunkan Bobot 25 Kg
(rdn/up)











































