Seperti dilansir rodale, Jumat (3/8/2012), zat-zat pemanis seperti fruktosa, pemanis buatan, gula, alkohol dan kandungan soda dapat menganggu populasi 100 triliun bakteri yang hidup di usus Anda. Akibatnya metabolisme tubuh dan sistem pencernaan Anda akan terganggu.
Bakteri dalam usus tersebut berfungsi untuk memproses makanan di usus dan mengeluarkan produk sampingan yang disebut rantai pendek asam lemak. Ini memiliki manfaat dan berfungsi sebagai energi dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu rantai pendek asam lemak juga mempromosikan peradangan pada lapisan usus. Peradangan usus dapat menimbulkan kerusakan jaringan, menyebabkan sindrom usus bocor dan meningkatkan risiko untuk penyakit arteri koroner, stroke, dan diabetes tipe 2.
Hal ini dapat menjelaskan kaitan antara diet soda dengan kelebihan berat badan. Dalam sebuah penelitian, orang yang minum dua atau lebih soda dalam sehari mengalami peningkatan lingkar pinggang hingga 5 kali lebih besar daripada orang yang tidak menjalani diet soda.
Untuk menurunkan berat badan, lebih baik mengonsumsi produk yang mengandung pemanis secukupnya dan minum banyak air. Kurangi diet soda dan perbanyak konsumsi makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, agar bakteri dalam usus dapat bekerja secara optimal.











































