Program Diet Bisa Kacau Balau Gara-gara Ini

Program Diet Bisa Kacau Balau Gara-gara Ini

- detikHealth
Selasa, 04 Sep 2012 12:22 WIB
Program Diet Bisa Kacau Balau Gara-gara Ini
(Foto: Thinkstock)
Jakarta -

1. Terlalu pilih-pilih makanan

(Foto: Thinkstock)
Terlalu pilih-pilih makanan membuat otak memproduksi lebih banyak hormon ghrelin atau hormon lapar. Efek dari tingginya hormon ghrelin adalah orang akan selalu merasa kurang kenyang alias lapar terus.

Tingginya hormon ini juga membuat metabolisme tubuh berjalan lambat. Kalau metabolisme lambat maka makanan yang masuk ke tubuh tidak cepat diolah dan menumpuk menjadi lemak.

2. Selalu membayar belanja makanan dengan kartu kredit

(Foto: Thinkstock)
Membeli makanan terutama junk food dengan kartu kredit bisa membuat seseorang tidak menyadari banyaknya makanan dan kalori yang dikonsumsi, ini karena tidak berdampak langsung pada uang di dompet. Karena tidak menyadari ini, seringkali orang mengonsumsi kalori berlebih yang membuatnya susah turun berat badan.

3. Merasa sudah banyak olahraga

(Foto: Thinkstock)
Jika seseorang berpikir ia sudah banyak berolahraga, maka kondisi ini turut mempengaruhi peningkatan porsi makan hingga 50 persen. Hal ini karena seseorang beranggapan ia sudah banyak olahraga maka berhak mendapatkan camilan. Untuk itu kenali batas maksimal tubuh dalam olahraga dan disarankan menghindari camilan lebih dari 150 kalori.

4. Terlalu banyak duduk di tempat kerja

(Foto: Thinkstock)
Para peneliti dari University of Missouri–Columbia menemukan duduk selama beberapa jam membuat tubuh berhenti membuat enzim penghambat lemak yang disebut lipase. Untuk itu sering berdiri dan meregangkan tubuh setiap jam bisa meningkatkan metabolisme sekitar 13 persen.

5. Kurang tidur

(Foto: Thinkstock)
Michael Breus, penulis buku The Sleep Doctor's Diet Plan menuturkan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup menempatkan tubuh pada keinginan (craving) konsumsi karbohidrat dan lemak.

The American Journal of Clinical Nutrition menemukan jika perempuan tidur kurang dari 4 jam maka ia bisa makan 300 kalori lebih banyak dan 21 gram lebih banyak lemak keesokan harinya.
Halaman 2 dari 6
Terlalu pilih-pilih makanan membuat otak memproduksi lebih banyak hormon ghrelin atau hormon lapar. Efek dari tingginya hormon ghrelin adalah orang akan selalu merasa kurang kenyang alias lapar terus.

Tingginya hormon ini juga membuat metabolisme tubuh berjalan lambat. Kalau metabolisme lambat maka makanan yang masuk ke tubuh tidak cepat diolah dan menumpuk menjadi lemak.

Membeli makanan terutama junk food dengan kartu kredit bisa membuat seseorang tidak menyadari banyaknya makanan dan kalori yang dikonsumsi, ini karena tidak berdampak langsung pada uang di dompet. Karena tidak menyadari ini, seringkali orang mengonsumsi kalori berlebih yang membuatnya susah turun berat badan.

Jika seseorang berpikir ia sudah banyak berolahraga, maka kondisi ini turut mempengaruhi peningkatan porsi makan hingga 50 persen. Hal ini karena seseorang beranggapan ia sudah banyak olahraga maka berhak mendapatkan camilan. Untuk itu kenali batas maksimal tubuh dalam olahraga dan disarankan menghindari camilan lebih dari 150 kalori.

Para peneliti dari University of Missouri–Columbia menemukan duduk selama beberapa jam membuat tubuh berhenti membuat enzim penghambat lemak yang disebut lipase. Untuk itu sering berdiri dan meregangkan tubuh setiap jam bisa meningkatkan metabolisme sekitar 13 persen.

Michael Breus, penulis buku The Sleep Doctor's Diet Plan menuturkan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup menempatkan tubuh pada keinginan (craving) konsumsi karbohidrat dan lemak.

The American Journal of Clinical Nutrition menemukan jika perempuan tidur kurang dari 4 jam maka ia bisa makan 300 kalori lebih banyak dan 21 gram lebih banyak lemak keesokan harinya.

(ver/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads