Tidak salah jika dikatakan bahwa berat badan ditentukan salah satunya oleh porsi makan. Hanya saja, belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa porsi makan seseorang juga dipengaruhi oleh cara otak mengingat-ingat porsi makan sebelumnya.
Penelitian di university of Bristol membuktikannya pada sekitar 100 partisipan yang diminta menyantap semangkuk sup sambil diamati. Sebagian mendapat porsi lebih dengan mangkuk besar, sebagian porsi kecil dan sebagian lagi mendapat porsi sedang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan antara ingatan dengan porsi sesungguhnya itulah yang mempengaruhi kemunculan rasa lapar pada jadwal makan berikutnya. Partisipan yang sama-sama mengonsumsi porsi kecil mulai lapar pada saat yang sama meski ada sebagian yang sebenarnya sudah makan 1,5 porsi.
"Ingatan memainkan peran penting dalam memunculkan rasa lapar, terpisah dari sinyal fisiologis yang dikirim perut ke otak," tulis para peneliti dalam kesimpulannya seperti dikutip dari The Atlantic, Kamis (13/12/2012).
Persepsi tentang porsi makan, baik yang dipengaruhi oleh pikiran maupun rangsang visual secara langsung sejak lama diketahui sebagai penentu keberhasilan diet. Berbagai cara telah dilakukan untuk membuat orang merasa makan lebih banyak sehingga tidak cepat lapar, misalnya dengan memodifikasi bentuk dan corak alat makan.
Apabila seseorang merasa telah makan lebih banyak dari yang sebenarnya, maka perut cenderung tidak cepat lapar. Makin sedikit asupan kalori yang masuk, maka risiko kegemukan akan lebih mudah dihindari.
(up/vit)











































