Strategi Diet: Pertimbangkan Usaha Membakar Kalori Sebelum Ambil Makanan

Strategi Diet: Pertimbangkan Usaha Membakar Kalori Sebelum Ambil Makanan

Linda Mayasari - detikHealth
Jumat, 04 Jan 2013 07:32 WIB
Strategi Diet: Pertimbangkan Usaha Membakar Kalori Sebelum Ambil Makanan
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jika seseorang mengetahui seberapa banyak kandungan kalori dari makanan yang dimakannya, dirinya akan lebih mudah mempertahankan berat badan. Strategi ini akan lebih efektif jika Anda mengetahui seberapa besar usaha yang Anda perlukan untuk membakar kalori dari makanan untuk mencegah kenaikan berat badan.

Peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill telah melakukan penelitian dengan memahami seberapa banyak gerakan olahraga yang harus dilakukan untuk membakar kalori. Tampaknya hal ini menjadi salah satu strategi diet terbaik.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 800 wanita dewasa yang diminta memilih menu makanan secara online dari website suatu restoran cepat saji. Para peserta secara acak dibagi menjadi 4 kelompok dan setiap kelompok diberi format menu yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar menu untuk kelompok pertama tidak mencantumkan informasi kalori, menu kedua disertai informasi kalori, menu ketiga mencantumkan informasi kalori ditambah berapa menit waktu berjalan yang diperlukan untuk membakar kalori, dan menu keempat disertai dengan informasi kalori serta berapa kilometer jarak yang perlu ditempuh untuk membakar kalori.

Sebagai contoh, salah satu item dalam menu mencantumkan bahwa burger mengandung 250 kalori dan kalorinya dapat dibakar dengan berjalan selama 78 menit atau harus berjalan sejauh 26 km.

Peserta di kelompok pertama yang memesan makanan tanpa mengetahui kandungan kalorinya, rata-rata makan makanan yang mengandung sekitar 1.020 kalori. Jumlah tersebut adalah setengah dari kebutuhan kalori sehari-hari wanita dan 40 persen dari kebutuhan pria.

Kelompok peserta yang mendapatkan menu makanan yang disertai informasi kalori, rata-rata memilih makanan yang mengandung sekitar 927 kalori. Sedangkan kelompok peserta yang mendapat menu makanan yang disertai daftar waktu yang dibutuhkan untuk membakar kalori makanan, rata-rata hanya mengonsumsi sekitar 916 kalori.

Kelompok terakhir yang mengetahui seberapa jauh dirinya harus berjalan untuk membakar kalori dari makanan yang di makannya, rata-rata memilih makanan yang mengandung sekitar 826 kalori.

Hal ini menunjukkan bahwa menu yang mencantumkan seberapa jauh seseorang harus berjalan untuk membakar kalori makanan yang dimakannya, mampu membuat seseorang berpikir dua kali untuk memesan makanan berkalori tinggi. Kebanyakan orang lebih memilih makan makanan yang rendah kalori daripada harus berjalan puluhan kilometer untuk membakar kalori dan mencegah kenaikan berat badan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penting untuk mengetahui seberapa banyak usaha yang diperlukan untuk membakar kalori dari setiap makanan yang Anda makan agar jumlah total asupan kalori per harinya tidak melebihi kebutuhan. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Appetite, seperti dilansir thedoctorwillseeyounow, Jumat (4/1/2013).

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads