Awas, Risiko Ini Bisa Muncul Jika Berat Badan Terlalu Cepat Turun

Awas, Risiko Ini Bisa Muncul Jika Berat Badan Terlalu Cepat Turun

Vera Farah Bararah - detikHealth
Jumat, 04 Jan 2013 10:07 WIB
Awas, Risiko Ini Bisa Muncul Jika Berat Badan Terlalu Cepat Turun
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di zaman instan sekarang ini banyak orang ingin menurunkan berat badan dalam waktu cepat. Tanpa disadari, beberapa risiko ini bisa muncul jika berat badan turun terlalu cepat. Ini dia risikonya.

Salah satu resolusi di awal tahun adalah menurunkan berat badan, tapi sayangnya banyak orang ingin mendapatkan berat badan ideal dalam waktu singkat dan menggunakan cara diet tak aman.

Berikut ini beberapa risiko yang bisa muncul jika berat badan turun terlalu cepat, seperti dikutip dari TimesofIndia, Jumat (4/1/2013) yaitu:

1. Tidak bertahan lama

(Foto: Thinkstock)
Sebelum menentukan metode penurunan berat badan, sebaiknya pilih cara yang bisa bertahan lama. Umumnya penurunan berat badan yang terlalu cepat cenderung tidak berlangsung lama, dan memicu terjadinya diet yoyo (berat badan naik kembali dan bahkan bisa lebih banyak dibanding berat badan yang turun).

Seperti diketahui diet yoyo bisa menyebabkan banyak masalah salah satunya meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

2. Memicu dehidrasi

(Foto: Thinkstock)
Teknik yang paling terkenal dalam menurunkan berat badan secara cepat adalah teknik dehidrasi, yang mana cairan tubuh dikeluarkan melalui urine berlebih atau sering buang air besar.

Teknik ini bisa sangat berbahaya dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius seperti pingsan, pusing dan jantung berdebar-debar. Terkadang berlanjut pada kerusakan otot atau kematian.

3. Pola tidur buruk

(Foto: Thinkstock)
Berat badan yang turun cepat bisa membuat seseorang merasa lelah karena jumlah asupan kalori berkurang, sehingga tingkat metabolisme turun dan berujung pada pola tidur memburuk.

4. Pembentukan batu empedu

(Foto: Thinkstock)
Kandung empedu membantu menyimpan lemak hingga saatnya dibutuhkan. Penurunan berat badan yang cepat bisa memicu terjadinya batu empedu (pengerasan kolesterol yang terlihat seperti batu). Batu kecil dapat menyebabkan kerusakan yang parah akibat adanya infeksi pada aliran normal empedu dari kantong empedu ke usus kecil.

5. Kekurangan gizi

(Foto: Thinkstock)
Biasanya rencana menurunkan berat badan dengan cepat membuat orang membatasi diri pada makanan tertentu. Pembatasan ini membuat seseorang kehilangan nutrisi yang sebenarnya diperlukan bagi tubuh sehingga memicu terjadinya kekurangan gizi.

6. Memicu stres

(Foto: Thinkstock)
Sengaja membuat diri merasa lapar agar berat badan berkurang akan menyebabkan laju metabolisme menurun yang selanjutnya meningkatkan hormon stres kortisol, akibat tingginya hormon ini membuat tubuh stres yang dapat mempengaruhi mental, fisik dan emosional.

7. Rambut rontok

(Foto: Thinkstock)
Rambut membutuhkan protein agar bisa tumbuh dan sehat. Tapi pada rencana diet seperti ini kebanyakan orang menghindari protein sehingga rambut kekurangan nutrisi yang membuatnya jadi kering, rapuh dan akhirnya menyebabkan rambut rontok.

8. Lemak makin menumpuk

(Foto: Thinkstock)
Ketika diet tubuh memberi sinyal bagi tubuh untuk menggunakan cadangan lemak berlebih, tapi setelah seseorang berat badannya turun ia akan kembali ke pola normalnya. Hal ini memicu terjadinya penimbunan lemak ekstra di tubuh, terkadang lemak yang menumpuk justru lebih banyak dibanding sebelumnya.

9. Mengganggu metabolisme

(Foto: Thinkstock)
Diet menurunkan berat badan dengan cepat akan memberi sinyal ke tubuh untuk bertahan hidup, salah satunya dengan memperlambat laju metabolisme. Perubahan ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan parah pada tingkat metabolisme dan tubuh.

10. Masalah kesehatan lain

(Foto: Thinkstock)
Akibat kurangnya pasokan nutrisi yang penting bagi tubuh membuat seseorang lebih tinggi risikonya terkena berbagai masalah kesehatan seperti kelemahan otot, anemia atau sembelit. Jika gejala ini tidak diobati maka dapat menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan.
Halaman 2 dari 11
Sebelum menentukan metode penurunan berat badan, sebaiknya pilih cara yang bisa bertahan lama. Umumnya penurunan berat badan yang terlalu cepat cenderung tidak berlangsung lama, dan memicu terjadinya diet yoyo (berat badan naik kembali dan bahkan bisa lebih banyak dibanding berat badan yang turun).

Seperti diketahui diet yoyo bisa menyebabkan banyak masalah salah satunya meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Teknik yang paling terkenal dalam menurunkan berat badan secara cepat adalah teknik dehidrasi, yang mana cairan tubuh dikeluarkan melalui urine berlebih atau sering buang air besar.

Teknik ini bisa sangat berbahaya dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius seperti pingsan, pusing dan jantung berdebar-debar. Terkadang berlanjut pada kerusakan otot atau kematian.

Berat badan yang turun cepat bisa membuat seseorang merasa lelah karena jumlah asupan kalori berkurang, sehingga tingkat metabolisme turun dan berujung pada pola tidur memburuk.

Kandung empedu membantu menyimpan lemak hingga saatnya dibutuhkan. Penurunan berat badan yang cepat bisa memicu terjadinya batu empedu (pengerasan kolesterol yang terlihat seperti batu). Batu kecil dapat menyebabkan kerusakan yang parah akibat adanya infeksi pada aliran normal empedu dari kantong empedu ke usus kecil.

Biasanya rencana menurunkan berat badan dengan cepat membuat orang membatasi diri pada makanan tertentu. Pembatasan ini membuat seseorang kehilangan nutrisi yang sebenarnya diperlukan bagi tubuh sehingga memicu terjadinya kekurangan gizi.

Sengaja membuat diri merasa lapar agar berat badan berkurang akan menyebabkan laju metabolisme menurun yang selanjutnya meningkatkan hormon stres kortisol, akibat tingginya hormon ini membuat tubuh stres yang dapat mempengaruhi mental, fisik dan emosional.

Rambut membutuhkan protein agar bisa tumbuh dan sehat. Tapi pada rencana diet seperti ini kebanyakan orang menghindari protein sehingga rambut kekurangan nutrisi yang membuatnya jadi kering, rapuh dan akhirnya menyebabkan rambut rontok.

Ketika diet tubuh memberi sinyal bagi tubuh untuk menggunakan cadangan lemak berlebih, tapi setelah seseorang berat badannya turun ia akan kembali ke pola normalnya. Hal ini memicu terjadinya penimbunan lemak ekstra di tubuh, terkadang lemak yang menumpuk justru lebih banyak dibanding sebelumnya.

Diet menurunkan berat badan dengan cepat akan memberi sinyal ke tubuh untuk bertahan hidup, salah satunya dengan memperlambat laju metabolisme. Perubahan ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan parah pada tingkat metabolisme dan tubuh.

Akibat kurangnya pasokan nutrisi yang penting bagi tubuh membuat seseorang lebih tinggi risikonya terkena berbagai masalah kesehatan seperti kelemahan otot, anemia atau sembelit. Jika gejala ini tidak diobati maka dapat menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan.

(ver/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads