Survei yang dilakukan oleh Consumer Reports National Research Center mengungkapkan bahwa emosi memainkan peran penting dalam menentukan apakah seseorang berhasil mencapai tujuannya dalam menurunkan berat badan.
Dalam survei ini melibatkan lebih dari 1.300 psikolog berlisensi yang berurusan dengan bagaimana mereka menangani klien dengan masalah berat badan serta memahami apa saja tantangan yang dihadapi klien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil dari responden menyebut 'emotional eating' (44 persen) sebagai penghalang terbesar dalam menurunkan berat badan, lalu diikuti dengan mempertahankan jadwal olahraga secara teratur (43 persen) dan membuat pilihan makanan yang tepat (28 persen).
Lebih dari 70 persen partisipan diidentifikasi melakukan terapi kognitif. Hal ini karena terapi kognitif membantu orang mengidentifikasi dan mengatasi pikiran serta emosi negatif yang dapat menyebabkan perilaku tidak sehat.
Hasil survei lainnya juga menemukan strategi motivasi dengan menjaga catatan perilaku dan penetapan tujuan juga penting membantu klien dalam menurunkan berat badan serta mempertahankannya.
"Penelitian dan pengalaman klinis telah menunjukkan, di samping pendekatan perilaku, terapi perilaku kognitif yang menargetkan pada hambatan emosional juga membantu orang menurunkan berat badan," ujar Norman B Anderson, PhD selaku CEO American Psychological Association, seperti dikutip dari MedIndia, Rabu (23/1/2013).
Anderson mengungkapkan masalah berat badan paling sering disebabkan oleh kombinasi antara biologis, emosi, masalah perilaku dan juga lingkungan. Hasil studi ini akan dipublikasikan dalam Consumer Reports Magazine.
"Oleh karena itu taktik terbaik menurunkan berat badan harus mengintegrasikan strategi dalam mengatasi emosi dan perilaku, serta pendekatan gaya hidup untuk latihan dan membuat pilihan makan yang sehat," ujar Anderson.
(ver/)











































