5 Cara Agar Tak Ikut Gemuk Gara-gara Pasangan Doyan Makan

5 Cara Agar Tak Ikut Gemuk Gara-gara Pasangan Doyan Makan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 19 Feb 2013 14:05 WIB
5 Cara Agar Tak Ikut Gemuk Gara-gara Pasangan Doyan Makan
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Selain bobot, bibit dan bebet, tampaknya pola makan juga perlu jadi pertimbangan saat memilih jodoh. Faktanya banyak yang menjadi gemuk hanya karena dapat pasangan doyan makan. Bagi yang terlanjur salah pilih, ada cara mengatasinya.

Gemuk karena pacaran atau menikahi orang yang doyan makan sering tidak terhindarkan karena kebiasaan makan bisa juga ditularkan. Disadari atau tidak, tiap-tiap pasangan selalu ingin menyesuaikan diri termasuk dalam kaitannya dengan pola makan.

Berikut ini caranya agar pola makan yang buruk tidak menular antar-pasangan, seperti dikutip dari Foxnews, Selasa (19/2/2013).

1. Masak bersama

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Saat masih lajang, banyak orang rajin menyiapkan makanan sehatnya sendiri. Namun begitu mulai pacaran, kebiasaan itu digantikan dengan lebih sering jajan di luar sekalian kencan. Romantis memang, tetapi pilihan menunya lebih sulit dikontrol.

"Masak bersama bisa sangat intim," kata Elizabeth Ward, seorang ahli nutrisi di Boston. "Makan itu sensual, terutama saat sama-sama mencicipi". Dan tentunya, pilihan menu dan bahan yang digunakan bisa lebih terkontrol jika ingin sehat.

2. Jangan 'ngamar' terus

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Bagaimana tidak gemuk, pasangan yang sedang hangat-hangatnya terkadang masih senang-senangnya berduaan di rumah. Entah sekadar ngobrol, nonton TV bersama atau kegiatan apapun yang dianggap romantis dan meningkatkan keakraban. Aktivitas fisik sedikit, otomatis pembakaran kalori berkurang.

Karen Miller-Kovach, RD, penulis buku 'He Loses, She Loses' menganjurkan untuk mengurangi nonton TV bersama, lalu menggantinya dengan bersepeda bersama. Bisa juga dengan sama-sama mendaftar di pusat kebugaran. Selain bisa saling menyemangati, biasanya banyak promo khusus untuk couple.

3. Ambil nasi sendiri-sendiri

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Sering terjadi pada perempuan, sehabis mengambilkan makanan untuk pasangannya maka ia akan mengambil makanan dengan porsi yang tidak jauh beda untuk dirinya. Padahal porsi untuk laki-laki umumnya besar, sementara kebiasaan perempuan semasa lajang jauh lebih kecil.

Tanpa disadari, selalu ada kecenderungan untuk saling menyesuaikan. Yang penting untuk disadari adalah perempuan membakar 26 persen kalori lebih sedikit dibanding laki-laki. Selalu sadar diri, jangan terpengaruh porsi pasangan atau jika perlu ambil makanan sendiri-sendiri.

4. Tidak ada snack bersama

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Meski tidak beli cemilan sendiri, susah rasanya untuk menahan diri jika pasangan meninggalkan cemilannya di meja. Selalu ada anggapan di antara pasangan bahwa cemilanku adalah cemilanmu. Penelitian di Newcastle University menunjukkan, perempuan lebih sulit menahan diri untuk tidak ikut-ikutan kebiasaan ngemil pasangannya.

"Ini adalah salah satu cara perempuan menjalin hubungan dengan laki-laki,"kata Stacy Kaiser, seorang psikoterapis dari Southern California.

Solusinya adalah ketahui pilihanmu. Pilih ikut-ikutan ngemil mumpung gratis tetapi risiko gemuk ditanggung sendiri-sendiri, atau anggap cemilan itu hanya milik pasangan dan biarkan hanya pasangan saja yang gemuk.

5. Boleh bahagia tetapi tetap waspada

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Sebuah penelitian di jurnal BioPsychoSocial Medicine mengungkap bahwa seseorang yang sedang bahagia cenderung abai terhadap berat badannya. Tidak selalu menjadi gemuk, tetapi begitu mulai gemuk sering tidak sadar. Dalam hal ini, jauh lebih menguntungkan menjadi orang yang sedikit berpikiran negatif tetapi berhati-hati.

Untuk mengatasinya, ahli nutrisi Miller-Kovach menganjurkan untuk menimbang badan secara teratur. Setidaknya, setiap ada peningkatan berat badan akan terpantau sehingga tidak melonjak tiba-tiba lalu susah dikontrol.
Halaman 2 dari 6
Saat masih lajang, banyak orang rajin menyiapkan makanan sehatnya sendiri. Namun begitu mulai pacaran, kebiasaan itu digantikan dengan lebih sering jajan di luar sekalian kencan. Romantis memang, tetapi pilihan menunya lebih sulit dikontrol.

"Masak bersama bisa sangat intim," kata Elizabeth Ward, seorang ahli nutrisi di Boston. "Makan itu sensual, terutama saat sama-sama mencicipi". Dan tentunya, pilihan menu dan bahan yang digunakan bisa lebih terkontrol jika ingin sehat.

Bagaimana tidak gemuk, pasangan yang sedang hangat-hangatnya terkadang masih senang-senangnya berduaan di rumah. Entah sekadar ngobrol, nonton TV bersama atau kegiatan apapun yang dianggap romantis dan meningkatkan keakraban. Aktivitas fisik sedikit, otomatis pembakaran kalori berkurang.

Karen Miller-Kovach, RD, penulis buku 'He Loses, She Loses' menganjurkan untuk mengurangi nonton TV bersama, lalu menggantinya dengan bersepeda bersama. Bisa juga dengan sama-sama mendaftar di pusat kebugaran. Selain bisa saling menyemangati, biasanya banyak promo khusus untuk couple.

Sering terjadi pada perempuan, sehabis mengambilkan makanan untuk pasangannya maka ia akan mengambil makanan dengan porsi yang tidak jauh beda untuk dirinya. Padahal porsi untuk laki-laki umumnya besar, sementara kebiasaan perempuan semasa lajang jauh lebih kecil.

Tanpa disadari, selalu ada kecenderungan untuk saling menyesuaikan. Yang penting untuk disadari adalah perempuan membakar 26 persen kalori lebih sedikit dibanding laki-laki. Selalu sadar diri, jangan terpengaruh porsi pasangan atau jika perlu ambil makanan sendiri-sendiri.

Meski tidak beli cemilan sendiri, susah rasanya untuk menahan diri jika pasangan meninggalkan cemilannya di meja. Selalu ada anggapan di antara pasangan bahwa cemilanku adalah cemilanmu. Penelitian di Newcastle University menunjukkan, perempuan lebih sulit menahan diri untuk tidak ikut-ikutan kebiasaan ngemil pasangannya.

"Ini adalah salah satu cara perempuan menjalin hubungan dengan laki-laki,"kata Stacy Kaiser, seorang psikoterapis dari Southern California.

Solusinya adalah ketahui pilihanmu. Pilih ikut-ikutan ngemil mumpung gratis tetapi risiko gemuk ditanggung sendiri-sendiri, atau anggap cemilan itu hanya milik pasangan dan biarkan hanya pasangan saja yang gemuk.

Sebuah penelitian di jurnal BioPsychoSocial Medicine mengungkap bahwa seseorang yang sedang bahagia cenderung abai terhadap berat badannya. Tidak selalu menjadi gemuk, tetapi begitu mulai gemuk sering tidak sadar. Dalam hal ini, jauh lebih menguntungkan menjadi orang yang sedikit berpikiran negatif tetapi berhati-hati.

Untuk mengatasinya, ahli nutrisi Miller-Kovach menganjurkan untuk menimbang badan secara teratur. Setidaknya, setiap ada peningkatan berat badan akan terpantau sehingga tidak melonjak tiba-tiba lalu susah dikontrol.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads