Sebuah penelitian di University of Missouri kembali membuktikan bahwa asupan protein dalam menu sarapan pagi sangat menentukan keberhasilan diet sepanjang hari. Protein membuat nafsu makan lebih terkontrol sehingga hasrat ngemil bisa dikendalikan.
Meski demikian, penelitian tersebut juga mengungkap bahwa 60 persen orang Amerika Serikat sering melupakan hal itu. Sarapan sering dilewatkan dengan alasan terburu-buru, atau kalaupun sarapan maka hanya dengan menu seadanya tanpa memperhitungkan protein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengonsumsi menu sarapan yang kaya akan protein dapat mempengaruhi hasrat untuk makan sepanjang hari, ketika orang mulai tertarik untuk ngemil makanan tinggi lemak dan tinggi gula," kata Leidy seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (1/4/2013).
Dalam penelitiannya, Leidy melibatkan 20 remaja putri dan orang dewasa berusia 18-20 tahun yang seluruhnya mengalami obesitas. Sebagian dari para partisipan diberi asupan makanan tinggi protein seperti telur dan daging asap saat sarapan, sebagian lagi dengan kandungan protein standar.
Sepanjang hari, para partisipan diminta mengisi kuesioner untuk melihat seberapa besar hasrat untuk ngemil yang dirasakan. Selain itu, sebelum makan malam para partisipan juga menjalani pemindaian otak untuk melihat aktivitas pusat pengaturan nafsu makan.
Hasil pengamatan menunjukkan, sarapan tinggi protein memberikan sensasi kenyang lebih lama dan mengurangi rasa lapar. Perubahan ini juga teramati dari hasil pemindaian, yang menunjukkan bahwa aktivitas di bagian pengaturan nafsu makan berkurang berkat sarapan tinggi protein.
(up/)











































