Demikian salah satu hasil studi yang dipublikasikan oleh Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine. Menurut para peneliti dari University of Illinois (UIC), Chicago, anak-anak dan remaja berusia 2-19 tahun yang makan di restoran cepat saji meningkatkan asupan harian gula, lemak, dan sodium mereka hingga lebih dari 25 persen, seperti dilansir Prevention, Selasa (23/7/2013).
"Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan publik seharusnya bertujuan mengurangi konsumsi restoran dan menyediakan pilihan menu yang lebih sehat," ungkap pemimpin penulis studi, Lisa M. Powell, PhD, seorang profesor Health Policy and Administration UIC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Memesan makanan bersamaan dengan teman
Kemungkinan paling besar adalah jika pesanan teman Anda terlihat lebih menarik, misalnya burger dan kentang goreng, maka Anda akan memilih menu yang sama. Untuk menghindari godaan tersebut, cobalah untuk memesan terlebih dahulu. Kalaupun nyatanya Anda tidak dapat memesan terlebih dahulu, buatlah keputusan segera dan tutup buku menu. Hindari untuk membayangkan seperti apa rupa makanan yang teman Anda pesan.
2. Diputarkan musik keras dan lampu terang
Sebuah studi dari laboratorium makanan Cornell University menemukan bahwa orang yang makan di lingkungan pencahayaan redup dan musik lembut mengonsumsi 200 kalori lebih sedikit atau makan dengan porsi sekitar 18 persen lebih sedikit daripada mereka yang makan dengan suasana ruangan berlampu terang dan diputarkan musik keras. Jika memungkinkan, mintalah pelayan untuk mengecilkan volume musik.
3. Tersedia mini-bar
Bersabarlah menunggu hingga pesanan Anda tiba. Peneliti dari University of Sussex menemukan bahwa minum minuman keras sebelum makan dapat meningkatkan nafsu makan dalam jangka pendek. Selain itu, minuman ini juga merusak kemampuan tubuh Anda untuk merasa kenyang.
4. Terlalu serius menonton TV
Beberapa tempat makan di luar rumah menyediakan TV untuk menghibur pengunjungnya selagi menunggu makanan datang. Namun nyatanya sebuah studi dari University of Minnesota. mengungkapkan bahwa makan sambil menonton TV secara tak disadari dapat membuat jumlah makanan yang dimakan menjadi lebih banyak. Anda pun akan semakin lama merasa kenyang, sebab otak tak hanya fokus pada mengunyah makanan tetapi juga mengolah informasi dari TV.
5. Suhu ruangan restoran terlalu dingin
Peneliti dari Jerman menemukan bahwa menurunkan suhu di ruang makan sekitar 10 derajat akan meningkatkan asupan makan hampir 20 persen lebih banyak. Sebab, ketika suhu turun, hormon yang mengontrol nafsu makan Anda akan semakin sulit untuk bekerja dengan baik. Jika memang Anda akan makan di restoran yang dirasakan suhu ruangannya cukup dingin, usahakan untuk membawa pakaian hangat.
6. Melihat warna cerah di tembok restoran
Studi dari Boston University mengungkapkan bahwa warna-warna cerah seperti merah dan jingga dapat merangsang indera dan meningkatkan jumlah makanan yang Anda makan sebesar 25 persen atau lebih.
(vit/vit)











































