Pola Makan Anda Masih 'Normal' atau Tidak? Cek di Sini Saja

Pola Makan Anda Masih 'Normal' atau Tidak? Cek di Sini Saja

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 27 Agu 2013 10:04 WIB
Pola Makan Anda Masih Normal atau Tidak? Cek di Sini Saja
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Secara alamiah, manusia dikaruniai naluri untuk mengontrol asupan makan melalui rasa lapar. Bila segala sesuatunya berjalan 'normal', belum mengalami gangguan apapun, seseorang tidak perlu diet untuk menerapkan pola makan yang sehat.

Tentunya ada kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang mengatur sendiri pola makannya. Saat naluri, nafsu makan dan rasa lapar sudah tidak bisa diandalkan lagi, maka diperlukanlah program 'diet' untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Berikut ini beberapa hal yang menilai apakah pola makan masih 'normal' atau sudah harus diet, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Selasa (27/8/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Normalnya tidak usah direncanakan

Secara naluriah, seseorang akan makan saat merasa lapar, atau pada waktu-waktu tertentu sesuai rutinitas sehari-harinya. Pola makan yang normal juga tidak mengenal perencanaan, harus makan ini-itu dan harus menuliskan jadwal kapan boleh makan maupun tidak. Saat segala sesuatunya mulai serba diatur, dan naluri alamiahnya tidak bisa diandalkan, saat itulah pola makan dikatakan sudah tidak 'normal'.

2. Normalnya tidak memikirkan makanan sepanjang hari

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Seseorang dengan pola makan yang masih 'normal', tidak akan memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan makanan selain pada saat makan. Bukan cuma soal perencanaan, tetapi juga berbagai fantasi tentang program diet, berat badan dan sebagainya. Memikirkan makanan hanya saat makan, setelah itu akan menjalani hidup dengan 'normal'.

3. Normalnya tidak perlu merasa bersalah saat makan enak

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Seseorang dengan pola makan 'normal' tidak memiliki 'penilaian moral' tentang makanannya, seolah-olah seluruh dunia akan menganggapnya berdosa jika makan donat yang banyak gulanya. Mengonsumsi makanan sehat memang dianjurkan, tapi 'normalnya' sekali waktu tubuh bisa mentoleransi makanan enak.

4. Normalnya makan itu spontan

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Artinya hanya makan saat merasa lapar, berhenti saat kenyang dan hanya mengonsumsi makanan yang dirasa enak pada saat tersebut. Dalam kondisi 'normal', tubuh memiliki 'biological wisdom' yang secara otomatis akan membatasi asupan-asupan tidak sehat. Jika sudah harus serba diatur, itu berarti sudah 'tidak normal'.

5. Normalnya tidak harus lapar saat galau

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Seseorang dengan pola makan 'normal' bunya beragam cara untuk mengatasi ketidaknyamanan. Seperti diketahui, beberapa orang mengalami peningkatan nafsu makan, khususnya untuk mengonsumsi makanan manis, saat mengalami stres secara emosional. Saat tidak bisa mengatasi stres tanpa makanan, maka pola makan sudah tidak 'normal'.
Halaman 2 dari 6
Secara naluriah, seseorang akan makan saat merasa lapar, atau pada waktu-waktu tertentu sesuai rutinitas sehari-harinya. Pola makan yang normal juga tidak mengenal perencanaan, harus makan ini-itu dan harus menuliskan jadwal kapan boleh makan maupun tidak. Saat segala sesuatunya mulai serba diatur, dan naluri alamiahnya tidak bisa diandalkan, saat itulah pola makan dikatakan sudah tidak 'normal'.

Seseorang dengan pola makan yang masih 'normal', tidak akan memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan makanan selain pada saat makan. Bukan cuma soal perencanaan, tetapi juga berbagai fantasi tentang program diet, berat badan dan sebagainya. Memikirkan makanan hanya saat makan, setelah itu akan menjalani hidup dengan 'normal'.

Seseorang dengan pola makan 'normal' tidak memiliki 'penilaian moral' tentang makanannya, seolah-olah seluruh dunia akan menganggapnya berdosa jika makan donat yang banyak gulanya. Mengonsumsi makanan sehat memang dianjurkan, tapi 'normalnya' sekali waktu tubuh bisa mentoleransi makanan enak.

Artinya hanya makan saat merasa lapar, berhenti saat kenyang dan hanya mengonsumsi makanan yang dirasa enak pada saat tersebut. Dalam kondisi 'normal', tubuh memiliki 'biological wisdom' yang secara otomatis akan membatasi asupan-asupan tidak sehat. Jika sudah harus serba diatur, itu berarti sudah 'tidak normal'.

Seseorang dengan pola makan 'normal' bunya beragam cara untuk mengatasi ketidaknyamanan. Seperti diketahui, beberapa orang mengalami peningkatan nafsu makan, khususnya untuk mengonsumsi makanan manis, saat mengalami stres secara emosional. Saat tidak bisa mengatasi stres tanpa makanan, maka pola makan sudah tidak 'normal'.

(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads