Kisah Sukses Turun Berat Badan karena Cinta, Putus hingga Niat Cari Pacar

Kisah Sukses Turun Berat Badan karena Cinta, Putus hingga Niat Cari Pacar

- detikHealth
Rabu, 06 Nov 2013 14:58 WIB
Kisah Sukses Turun Berat Badan karena Cinta, Putus hingga Niat Cari Pacar
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Barbara Marie Cuadrado

Barbara Marie Cuadrado (Foto: huffingtonpost)
Putus cinta rupanya tak selalu memberikan efek buruk bagi seseorang. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Barbara Marie Cuadrado (35). Diputuskan oleh sang kekasih karena tubuhnya yang gemuk dan berbobot 159 kg, ia lantas memutuskan untuk menurunkan berat badannya dan 'balas dendam'.

Barbara sendiri mengakui sejak kecil dirinya memang sudah gemuk. Sang ibu bahkan pernah membawanya ke dokter saat ia masih berusia 6 tahun untuk menurunkan berat badannya. Sesaat setelah bobotnya berhasil turun, Barbara kembali pada pola makannya yang tak sehat. Akibatnya, saat beranjak dewasa ia hanya kuliah 2 tahun dan tak melanjutkannya kembali karena tak tahan dengan ejekan dari teman-teman di kampus.

Selang waktu berjalan, Barbara menjalin hubungan asmara dengan seorang pria yang menurutnya bisa menerima tubuhnya yang gemuk apa adanya. Namun rupanya ia salah, sang kekasih kemudian memutuskan hubungan mereka begitu saja. Hal ini membuat Barbara benar-benar sakit hati dan bertekad untuk melakukan segala cara agar tubuhnya menjadi langsing.

Barbara memulai program penurunan berat badannya dengan latihan pilates. Ia juga menghilangkan kebiasaan makannya yang tak sehat. Ia hanya mau makan dengan makanan yang tidak digoreng, sayuran dan buah. Jika biasanya ia sarapan dengan pizza, kini ia hanya sarapan dengan sereal dan susu. Sementara untuk makan siang, Barbara mengurangi porsinya dan untuk makan malam ia memilih ikan tuna.

2. Jessica Pancheri

Jessica Pancheri (Foto: huffingtonpost)
Jessica Pancheri (36) menyadari bahwa dirinya adalah orang yang malas berolahraga dan memiliki kebiasaan makan buruk. Meski ia tahu makanan hanya memberinya efek sementara, namun tetap saja ia bisa kehilangan kendali.

Selama bertahun-tahun ia berjuang dalam mempertahankan keintiman fisik pernikahannya. Hingga satu malam ia menangis di tempat tidur karena sang suami tidak akan mau menyentuh dirinya lagi karena berat badannya. Saat Jessica mendengar kalimat tersebut, hatinya berasa hancur, ia merasa malu, marah, sakit hati dan bahkan muak dengan dirinya sendiri. Tanpa sepengetahuan suaminya, ia pun berniat untuk menurunkan berat badan.

Jessica memulai misi dietnya dengan berhenti mengemil, minum lebih banyak air putih dan menghindari jenis minuman lain seperti soda, serta memilih minuman yang bebas gula. Ia pun mengonsumsi sarapan dan makan siang sesuai porsinya secara terkendali. Program yang dijalani juga ditunjang oleh olahraga, ia mulai ikut program Couch to 5K. Meski awalnya terasa sulit bagi Jessica, tapi ia tidak pernah berpikir bisa berhasil lari 30 menit dengan sukses.

3. Ely West

Ely West (Foto: Huffingtonpost)
Turun berat badan gara-gara urusan asrama juga dialami Ely West. Setelah 3,5 tahun menjalin hubungan dan berakhir, ia berkomitmen menurunkan berat badan untuk bisa mengembalikan kepercayaan diri.

Ely sejak kecil memang sudah memiliki bakat gemuk. Bahkan saat masih menjadi murid sekolah dasar, ia sudah menjadi yang paling gemuk di kelasnya. Meskipun Ely mengikuti berbagai macam kegiatan sekolah, namun pola makan yang tak sehat membuat berat badannya terus bertambah. Setiap hari menu makan Ely hampir seluruhnya berupa junk food seperti kentang goreng dan pizza.

Setelah memiliki kekasih tak lantas membuat Ely mengubah pola makan dan menjadi lebih sehat, tetapi justru semakin parah. Dan setelah 3,5 tahun hubungan percintaannya kandas hingga membuat kondisi kesehatannya menurun. Namun meskipun begitu, ia menjadikan kondisi ini sebuah motivasi untuk bisa berusaha lebih giat lagi.

Ely kemudian meminta dukungan dari orang terdekatnya untuk bisa mengingatkannya untuk lebih memilih makanan yang sehat dan selalu menyempatkan diri beraktivitas. Ely berhenti makan junk food dan beralih pada makanan sehat seperti sayuran dan buah. Ia juga sama sekali tidak mengonsumsi makanan yang digoreng lagi.

4. Toni Hoe

Toni Hoe (Foto: Huffingtonpost)
Toni Hoe gemar makan roti dengan mentega dan pizza dengan tambahan keju setiap makan malam. Toni pun malas berolahraga. Alhasil badannya kian melar hingga mencapai berat 148 kg. Namun setelah berat badannya menyusut, perempuan cantik itu menemukan cintanya.

Berat badan berlebih itu mulai didapat Toni setelah ayah dan ibunya berpisah. Saat itu usia Toni masih 15 tahun. Kala itu dia merasa nyaman setiap kali makan dalam jumlah yang besar. Akhirnya Toni memutuskan untuk mendatangi tempat kosultasi dan penyelesaian masalah kegemukan. Perlahan, berat badannya kembali berkurang. Hingga akhirnya kepercayaan diri Toni muncul saat tahu beratnya berkurang 22 kg.

"Dulu saya merasa canggung berada di dekat laki-laki karena malu dengan penampilan saya. Tapi setelah berat badan saya turun, saya merasa lebih sehat, lebih ringan, dan lebih nyaman. Itu membuat saya menemukan pacar baru saya, Mat, yang kemudian menjadi suami saya pada 2011. Saat saya kehilangan berat badan, saya menemukan cinta," papar Toni.

5. Dian

Dian (Foto: detikHealth)
Dian (26) memiliki berat badan 75 kg saat masih menjadi mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Depok, Jawa Barat. Saat itu ia berusia 22 tahun dan memiliki seorang kekasih yang selalu memberikan dorongan lebih padanya untuk bisa menurunkan berat badan.

Bahkan kekasihnya ini membuat aturan khusus, ia tidak mau ditelepon atau dihubungi oleh Dian jika hari itu Dian tidak mengurangi porsi makan menjadi setengah dari biasanya, khususnya untuk porsi nasi. Selain mengurangi porsi, Dian juga tidak boleh ngemil sama sekali setiap harinya.

Selain itu Dian juga harus olahraga setiap hari, apapun bentuknya. Sehingga ia membiasakan diri untuk jalan kaki dari rumah kost ke kampusnya yang berjarak sekitar 2 km.

Selain harus berjalan kaki setiap hari, Dian juga harus melakukan sit-up minimal 20 kali per hari. Dian saat itu memang merasa sangat ingin menurunkan berat badannya, ia pun juga sangat takut ditinggalkan oleh kekasihnya, sehingga ia selalu menuruti apa yang dikatakan oleh kekasihnya, termasuk melakukan 'pemotongan' porsi makan dan jalan kaki setiap hari.


Halaman 2 dari 6
Putus cinta rupanya tak selalu memberikan efek buruk bagi seseorang. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Barbara Marie Cuadrado (35). Diputuskan oleh sang kekasih karena tubuhnya yang gemuk dan berbobot 159 kg, ia lantas memutuskan untuk menurunkan berat badannya dan 'balas dendam'.

Barbara sendiri mengakui sejak kecil dirinya memang sudah gemuk. Sang ibu bahkan pernah membawanya ke dokter saat ia masih berusia 6 tahun untuk menurunkan berat badannya. Sesaat setelah bobotnya berhasil turun, Barbara kembali pada pola makannya yang tak sehat. Akibatnya, saat beranjak dewasa ia hanya kuliah 2 tahun dan tak melanjutkannya kembali karena tak tahan dengan ejekan dari teman-teman di kampus.

Selang waktu berjalan, Barbara menjalin hubungan asmara dengan seorang pria yang menurutnya bisa menerima tubuhnya yang gemuk apa adanya. Namun rupanya ia salah, sang kekasih kemudian memutuskan hubungan mereka begitu saja. Hal ini membuat Barbara benar-benar sakit hati dan bertekad untuk melakukan segala cara agar tubuhnya menjadi langsing.

Barbara memulai program penurunan berat badannya dengan latihan pilates. Ia juga menghilangkan kebiasaan makannya yang tak sehat. Ia hanya mau makan dengan makanan yang tidak digoreng, sayuran dan buah. Jika biasanya ia sarapan dengan pizza, kini ia hanya sarapan dengan sereal dan susu. Sementara untuk makan siang, Barbara mengurangi porsinya dan untuk makan malam ia memilih ikan tuna.

Jessica Pancheri (36) menyadari bahwa dirinya adalah orang yang malas berolahraga dan memiliki kebiasaan makan buruk. Meski ia tahu makanan hanya memberinya efek sementara, namun tetap saja ia bisa kehilangan kendali.

Selama bertahun-tahun ia berjuang dalam mempertahankan keintiman fisik pernikahannya. Hingga satu malam ia menangis di tempat tidur karena sang suami tidak akan mau menyentuh dirinya lagi karena berat badannya. Saat Jessica mendengar kalimat tersebut, hatinya berasa hancur, ia merasa malu, marah, sakit hati dan bahkan muak dengan dirinya sendiri. Tanpa sepengetahuan suaminya, ia pun berniat untuk menurunkan berat badan.

Jessica memulai misi dietnya dengan berhenti mengemil, minum lebih banyak air putih dan menghindari jenis minuman lain seperti soda, serta memilih minuman yang bebas gula. Ia pun mengonsumsi sarapan dan makan siang sesuai porsinya secara terkendali. Program yang dijalani juga ditunjang oleh olahraga, ia mulai ikut program Couch to 5K. Meski awalnya terasa sulit bagi Jessica, tapi ia tidak pernah berpikir bisa berhasil lari 30 menit dengan sukses.

Turun berat badan gara-gara urusan asrama juga dialami Ely West. Setelah 3,5 tahun menjalin hubungan dan berakhir, ia berkomitmen menurunkan berat badan untuk bisa mengembalikan kepercayaan diri.

Ely sejak kecil memang sudah memiliki bakat gemuk. Bahkan saat masih menjadi murid sekolah dasar, ia sudah menjadi yang paling gemuk di kelasnya. Meskipun Ely mengikuti berbagai macam kegiatan sekolah, namun pola makan yang tak sehat membuat berat badannya terus bertambah. Setiap hari menu makan Ely hampir seluruhnya berupa junk food seperti kentang goreng dan pizza.

Setelah memiliki kekasih tak lantas membuat Ely mengubah pola makan dan menjadi lebih sehat, tetapi justru semakin parah. Dan setelah 3,5 tahun hubungan percintaannya kandas hingga membuat kondisi kesehatannya menurun. Namun meskipun begitu, ia menjadikan kondisi ini sebuah motivasi untuk bisa berusaha lebih giat lagi.

Ely kemudian meminta dukungan dari orang terdekatnya untuk bisa mengingatkannya untuk lebih memilih makanan yang sehat dan selalu menyempatkan diri beraktivitas. Ely berhenti makan junk food dan beralih pada makanan sehat seperti sayuran dan buah. Ia juga sama sekali tidak mengonsumsi makanan yang digoreng lagi.

Toni Hoe gemar makan roti dengan mentega dan pizza dengan tambahan keju setiap makan malam. Toni pun malas berolahraga. Alhasil badannya kian melar hingga mencapai berat 148 kg. Namun setelah berat badannya menyusut, perempuan cantik itu menemukan cintanya.

Berat badan berlebih itu mulai didapat Toni setelah ayah dan ibunya berpisah. Saat itu usia Toni masih 15 tahun. Kala itu dia merasa nyaman setiap kali makan dalam jumlah yang besar. Akhirnya Toni memutuskan untuk mendatangi tempat kosultasi dan penyelesaian masalah kegemukan. Perlahan, berat badannya kembali berkurang. Hingga akhirnya kepercayaan diri Toni muncul saat tahu beratnya berkurang 22 kg.

"Dulu saya merasa canggung berada di dekat laki-laki karena malu dengan penampilan saya. Tapi setelah berat badan saya turun, saya merasa lebih sehat, lebih ringan, dan lebih nyaman. Itu membuat saya menemukan pacar baru saya, Mat, yang kemudian menjadi suami saya pada 2011. Saat saya kehilangan berat badan, saya menemukan cinta," papar Toni.

Dian (26) memiliki berat badan 75 kg saat masih menjadi mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Depok, Jawa Barat. Saat itu ia berusia 22 tahun dan memiliki seorang kekasih yang selalu memberikan dorongan lebih padanya untuk bisa menurunkan berat badan.

Bahkan kekasihnya ini membuat aturan khusus, ia tidak mau ditelepon atau dihubungi oleh Dian jika hari itu Dian tidak mengurangi porsi makan menjadi setengah dari biasanya, khususnya untuk porsi nasi. Selain mengurangi porsi, Dian juga tidak boleh ngemil sama sekali setiap harinya.

Selain itu Dian juga harus olahraga setiap hari, apapun bentuknya. Sehingga ia membiasakan diri untuk jalan kaki dari rumah kost ke kampusnya yang berjarak sekitar 2 km.

Selain harus berjalan kaki setiap hari, Dian juga harus melakukan sit-up minimal 20 kali per hari. Dian saat itu memang merasa sangat ingin menurunkan berat badannya, ia pun juga sangat takut ditinggalkan oleh kekasihnya, sehingga ia selalu menuruti apa yang dikatakan oleh kekasihnya, termasuk melakukan 'pemotongan' porsi makan dan jalan kaki setiap hari.


(mer/vit)

Berita Terkait