Studi terbaru dari Wagner University, New York, AS, menemukan bahwa bukan hanya jumlah waktu yang Anda habiskan di tempat tidur yang bisa mempengaruhi nafsu makan, tetapi kualitas tidur yang Anda habiskan selama di tempat tidur tersebut.
Untuk membuktikannya, para peneliti melakukan dua eksperimen terpisah. Pertama, mereka menganalisis pola tidur dan kebiasaan makan dari 184 mahasiswi. Ditemukan adanya hubungan yang sangat kuat antara kualitas tidur yang buruk dan nafsu makan. Perempuan yang sulit tidur atau sering terbangun sepanjang malam cenderung lebih lapar dan mengonsumsi lebih banyak makanan di pagi harinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil studi ini, peneliti menarik kesimpulan bahwa stres sangat berpengaruh terhadap nafsu makan seseorang. Baik kurang tidur maupun tidur dalam kualitas buruk dapat membuat Anda menjadi stres, pada akhirnya menambah nafsu makan dan membuat Anda secara tak sadar makan lebih banyak dari biasanya.
"Stres bisa diakibatkan oleh pola tidur. Orang-orang perlu memahami bahwa tidur yang berkualitas sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional mereka," ujar penulis studi tersebut, Laurence Nolan, Ph.D., yang sekaligus merupakan seorang profesor psikologi di Wagner University, seperti dikutip dari Women's Health Mag, Kamis (7/11/2013).
Untuk menjaga tubuh tetap sehat dan mencegah munculnya nafsu makan yang berlebihan, usahakan untuk selalu menjaga waktu dan kualitas tidur tetap tercukup dan terjaga.
(ajg/)











































