Kamis, 19 Des 2013 13:30 WIB

Food Combining

Dengan Food Combining, Andang Gunawan Sembuhkan Penyakit Liver Suaminya

- detikHealth
Andang W. Gunawan (Foto: Pribadi) Andang W. Gunawan (Foto: Pribadi)
Jakarta - Jalan untuk menggeluti suatu bidang seringkali tak bisa ditebak, seperti yang dialami oleh Andang Widhawari Gunawan. Meskipun awalnya tak pernah memiliki minat di bidang nutrisi dan kesehatan, kini Andang justru serius menggeluti dunia food combining.

"Saya memulainya dari tahun 1994. Justru mulainya karena suami saya sakit, saya ketemu sebuah buku dan saya coba praktikkan," ujar Andang saat ditemui detikHealth di kediamannya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (19/12/2013).

Sang suami, Maxi Gunawan, diceritakan mengalami sakit kepala dan sakit perut yang lain dari biasa. Mulanya penyakit tersebut dianggap gejala biasa, sebab selama lebih dari enam tahun Maxi memang sering mengalami serangan asma, maag, sakit kepala dan kelelahan. Namun rupanya pemeriksaan medis memperlihatkan ia mengalami gejala sakit liver.

Dokter kemudian menganjurkan Maxi untuk istirahat dan diet, juga memberikan resep sejumlah obat. "Membayangkan tubuh suami saya yang sudah sepeti keranjang sampah obat, saya lalu buang obatnya. Waktu itu sih pikiran saya simpel saja, nanti kan obat larinya ke liver lagi," tutur wanita kelahiran Ujung Pandang, 8 September 1955 ini.

Mulanya Andang memberikan diet rendah kalori yang hanya bertahan kurang dari satu bulan. Menu-menu dalam diet tersebut tidak memperlihatkan perbaikan pada kondisi Maxi, ia justru menjadi uring-uringan karena merasa lapar terus-menerus. Sejak saat itu, Andang kemudian mempraktikkan teori food combining. Bobot Maxi turun hingga 8 kg dan penyakitnya lenyap tanpa obat.

"Kebetulan ada teman yang memperhatikan banget mulai dari suami saya sakit sampai sembuh, jadi dia yang saat itu melahirkan bilang mau ikut menerapkan food combining juga. Saya kasih tahu saja seperti ini cara-caranya. Setelah melahirkan dan menerapkan food combining, malah ASI-nya jadi lancar sekali dan bobotnya turun 14 kg," terang Andang.

Sejak itu, dari mulut ke mulut informasi tentang food combining mulai tersebar dan Andang mulai diundang menjadi narasumber dalam berbagai acara. Dari situ juga ia kemudian terinspirasi untuk menulis buku. Sadar belum memiliki dasar tentang ilmu nutrisi, ibu tiga orang anak ini pun memutuskan untuk sekolah gizi di Queensland Institute of Natural Science, Australia.

"Saya mau mencari ilmu gizi yang tidak konvensional. Dari sekolah itu juga saya menemukan bahwa food combining itu benar. Pola gizi yang saya pelajari itu lebih ke terapi nutrisi, yaitu terapi melalui nutrisi. Saya lebih banyak mempelajari senyawa makanan dan reaksinya terhadap tubuh, tapi belajar anatomi dan patologi juga," tutur ibu dari Arghya, Kara, dan Abhi tersebut.

Meskipun sampai saat ini food combining masih sering ditentang oleh dokter dan ahli gizi, Andang yakin tujuannya yang ingin membantu menyembuhkan orang pada akhirnya akan bisa diterima. "Belum ada pengakuan saja," ucapnya.



(ajg/vta)
News Feed