Jumat, 27 Des 2013 10:59 WIB

Food Combining

Untuk Diet Mana yang Lebih Baik, Karbohidrat Sederhana atau Kompleks?

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sebagai salah satu jenis bahan makanan yang penting dikonsumsi, karbohidrat memiliki beberapa jenis lain. Yang paling akrab di telinga kita antara lain karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Jika ingin mencegah kegemukan, mana yang lebih baik?

Karbohidrat sederhana merupakan bentuk karbohidrat yang bisa dengan cepat diserap oleh tubuh karena proses pencernaannya tidak lama. Karbohidrat jenis ini biasanya terdapat pada gula pasir, gula merah, madu, gula yang terkandung di dalam biskuit, dan berbagai zat manis lainnya.

Ketika kondisi energi Anda sedang menurun, mengonsumsi karbohidrat sederhana dikatakan dapat menjadi sangat membantu. Misalnya ketika Anda sedang lelah, baru sembuh dari sakit, ataupun setelah olahraga.

Meskipun demikian, pemakaian karbohidrat jenis ini juga tetap perlu dibatasi sesuai dengan kebutuhan. Jika terlalu banyak dikonsumsi, sedangkan energi yang dibutuhkan sebenarnya sudah terpenuhi, yang terjadi kemudian justru adalah obesitas atau kegemukan.

"Karbohidrat sederhana itu adalah yang rantai molekulnya lebih pendek, jadi enzim tubuh memecahkannya juga cuma sedikit," ujar Andang Widhawari Gunawan, ahli terapi nutrisi, saat ditemui detikHealth di kediamannya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (27/12/2013).

Sementara karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang memerlukahn proses penguraian terlebih dahulu sebelum mampu diserap oleh tubuh. Karbohidrat kompleks ini memiliki beberapa tingkatan dari yang paling kompleks, sampai yang mendekati karbohidrat sederhana.

"Ya, kalau karbohidrat kompleks berarti rantainya lebih rumit dan lebih panjang. Nah, karbohidrat kompleks itu misalnya beras, sayur-sayuran, dan buah," tutur Andang.

Lantas jika rantainya lebih sederhana, apakah berarti mengonsumsi karbohidrat sederhana saja justru lebih baik bagi yang ingin diet? "Bukan berarti lantas harus diperbanyak makan karbohidrat yang sederhana saja biar gampang diproses, kadang-kadang yang sederhana sudah nggak ada zat gizinya karena sudah terlalu simpel," lanjutnya.

Menurut wanita lulusan Queensland Institute of Natural Science, Australia, ini karbohidrat kompleks lebih baik karena biasanya mengandung serat lebih banyak. "Kan kalau ada seratnya itu berarti dia bisa mengendalikan aliran gula supaya tingkat gula darah tidak terlalu cepat naik dan bisa menjaga kelangsingan," tegasnya.

(ajg/vta)