Protein yang juga dikenal sebagai zat pembangun berperan dalam pertumbuhan sel-sel baru, perbaikan jaringan tubuh, dan pembentukan hormon, antibodi serta enzim manusia. Di dalam tubuh, protein harus diuraikan dahulu menjadi komponen asam-asam amino yang lebih mudah diserap tubuh.
Pencernaan protein juga diketahui lebih lama dibandingkan pati, karena protein mengandung lemak yang lebih banyak dibandingkan pati. "Makanan itu semakin tinggi proteinnya maka semakin tinggi juga kandungan lemaknya. Jadi kalau diolahnya dengan cara digoreng, itu akan menambah jumlah lemaknya," ujar Andang Widhawari Gunawan, ahli terapi nutrisi, saat ditemui detikHealth di kediamannya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (27/12/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ya sebaiknya makanan dengan protein tinggi jangan diolah dengan cara digoreng, seperti daging dan ayam. Jangan setiap hari makannya daging goreng atau ayam goreng, mereka sendiri saja tanpa digoreng sudah berlemak," lanjut Andang.
Protein memang vital, tetapi konsumsi daging berlebihan hanya berdampak pada kelebihan lemak. Sebaik apapun kualitasnya, protein hewani selalu mengandung sejumlah lemak. Sementara itu, asam amino pada protein memang tidak selengkap protein hewani, tetapi kadar lemaknya lebih rendah. Untuk melengkapi asam-asam amino dari sumber protein nabati, beberapa jenis protein nabati yang berlainan bisa dikonsumsi sekaligus atau dalam sehari.
(ajg/vta)











































