Obalon adalah terobosan terbaru untuk menurunkan berat badan dan diet yang berbentuk balon. Balon tersebut tersimpan di dalam kapsul seukuran kapsul vitamin yang nantinya akan mengembang di dalam perut.
Balon yang sudah dikempeskan tersimpan dalam kapsul akan ditelan olah seseorang dengan bantuan kateter mikro. Setelah berada dalam perut, kapsul tersebut akan terurai dan balon akan mengembang seukuran apel di dalam perut. Dengan adanya balon di dalam perut, diharapkan nafsu makan akan berkurang karena ada sensasi kenyang yang dirasakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Metode ini memang masih sangat baru. Sehingga belum ada penelitian menyeluruh dan data yang menunjang tentang efek-efek samping dari penggunan Obalon," ujarnya seperti dilansir Daily Mail dan ditulis detikHealth, Selasa (28/1/2014).
Ia juga menekankan tentang risiko kempesnya balon di dalam perut. Jika balon kempes dan langsung jatuh ke saluran usus, tentunya akan mengganggu pencernaan dan membutuhkan operasi pengangkatan yang biayanya tidak sedikit.
Zoe Harcombe, ahli gizi dan peneliti obesitas, mengaku skeptis terhadap pengobatan gaya baru yang dikenalkan oleh Spire Bristol Hospital itu. Ia mengatakan efek tersebut hanya berlaku dalam jangka pendek, tidak untuk jangka panjang.
"Siapapun yang berhenti makan junk food selama 12 minggu akan dengan mudah kehilangan berat badan," ujarnya.
Ia juga menerangkan bahwa penggunaan Obalon tidak akan menumbuhkan perilaku hidup sehat, sehingga sangat besar kemungkinannya sang pasien akan kembali mengalamai kenaikan berat badan ketika balon sudah diangkat dari perut.
Oleh karena itu, dr Ashton yang juga pengasuh situs diet healthierweight.co.uk itu tidak akan memberikan Obalon pada pasiennya.
"Tidak ada manfaat signifikan dari balon itu.Saya tidak akan menawarkannya kepada pasien yang berkonsultasi dengan saya," pungkasnya.
(/)











































