'Pelangsing' dari Lautan, Rumput Laut Disebut Bisa Cegah Tubuh Serap Lemak

'Pelangsing' dari Lautan, Rumput Laut Disebut Bisa Cegah Tubuh Serap Lemak

- detikHealth
Selasa, 04 Mar 2014 10:14 WIB
Pelangsing dari Lautan, Rumput Laut Disebut Bisa Cegah Tubuh Serap Lemak
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Newcastle, Australia - Salah satu metode diet yang paling banyak digunakan orang adalah mengonsumsi bahan makanan tertentu yang rendah kalori atau bebas lemak. Baru-baru ini sekelompok peneliti asal Australia pun menemukan rumput laut ternyata punya manfaat pelangsing ini.

Yang ditemukan tim peneliti dari University of Newcastle, Australia, adalah kandungan serat alami dalam rumput laut ternyata dapat mencegah tubuh menyerap lemak. Demikian dikutip dari NY Daily News, Selasa (4/3/2014).

Caranya, serat yang disebut alginate tersebut menghambat aksi yang dilakukan enzim pencernaan yang dihasilkan pankreas yaitu lipase. Dengan begitu jumlah lemak yang diserap tubuh menjadi berkurang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sendiri telah mencoba menambahkan alginate ke dalam roti dan dari ujicoba perdananya hasilnya sangat memuaskan. Kini langkah selanjutnya adalah melakukan percobaan klinis untuk mencari tahu seberapa efektif serat tersebut bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan biasa," tandas ketua tim peneliti, Profesor Jeff Pearson, Institute for Cell and Molecular Biosciences, University of Newcastle.

Peneliti menambahkan dalam alginate tersebut ternyata juga terkandung sebuah molekul gula yang disebut guluronate yang memiliki kemampuan terbaik untuk mencegah pencernaan lemak. Alginate terbaik sendiri rata-rata dimiliki oleh rumput laut coklat, bladderwack dan bull kelp.

"Penambahan konsumsi alginate dari rumput laut coklat hingga empat lipat dapat meningkatkan aktivitas anti-penyerapan lemak hingga 75 persen," tambah peneliti.

Setidaknya peneliti belajar hal lain dari penyajian rumput laut, yaitu dengan mencoba menambahkan ekstrak alginate ke dalam roti, di samping demi memudahkan konsumsi rumput laut itu sendiri. Sebelumnya di tahun 2012 sudah ada sekelompok peneliti dari Denmark yang membuat suplemen rumput laut untuk diet, namun suplemen berbentuk bubuk itu kurang mendapat respons dari masyarakat karena rasanya yang tidak enak.

(lil/vit)

Berita Terkait