Hati-hati, Risiko Kegemukan Mengintai Jika 6 Perabot di Rumah Seperti Ini

Hati-hati, Risiko Kegemukan Mengintai Jika 6 Perabot di Rumah Seperti Ini

- detikHealth
Jumat, 07 Mar 2014 15:30 WIB
Hati-hati, Risiko Kegemukan Mengintai Jika 6 Perabot di Rumah Seperti Ini
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sudah memilih asupan makanan sebaik mungkin, rajin menghitung kalori, bahkan setiap hari olahraga, namun berat badan tak kunjung turun? Bisa jadi kondisi dan perabotan rumah Anda penyebabnya.

Dikutip detikHealth dari Learnings, Jumat (7/3/2014), berikut 6 perabotan rumah yang tanpa disadari bisa membuat berat badan Anda kian meningkat:

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Piring

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Meski terlihat lebih modern, piring berukuran besar rupanya menghambat program penurunan berat badan Anda. Dr Brian Wansink, psikolog dan penulis 'Mindless Eating: Why We Eat More Than We Think', mengungkapkan bahwa piring dan mangkuk ukuran besar membuat Anda lebih mudah gemuk karena secara tak sadar Anda akan mengisi makanan sesuai ukuran wadahnya.

Dalam penelitiannya, Wansink menyatakan bahwa Anda makan sekitar 22 persen lebih banyak bila menggunakan piring berdiameter 30 cm, dibandingkan piring berdiameter 25 cm.

1. Piring

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Meski terlihat lebih modern, piring berukuran besar rupanya menghambat program penurunan berat badan Anda. Dr Brian Wansink, psikolog dan penulis 'Mindless Eating: Why We Eat More Than We Think', mengungkapkan bahwa piring dan mangkuk ukuran besar membuat Anda lebih mudah gemuk karena secara tak sadar Anda akan mengisi makanan sesuai ukuran wadahnya.

Dalam penelitiannya, Wansink menyatakan bahwa Anda makan sekitar 22 persen lebih banyak bila menggunakan piring berdiameter 30 cm, dibandingkan piring berdiameter 25 cm.

2. Gelas

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2005 dan dipublikasikan dalam jurnal BMJ mengungkapkan bahwa minuman yang disajikan dalam gelas berbentuk tinggi porsinya 20 persen lebih sedikit. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Anda menyediakan gelas dengan bentuk seperti ini di rumah.

2. Gelas

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2005 dan dipublikasikan dalam jurnal BMJ mengungkapkan bahwa minuman yang disajikan dalam gelas berbentuk tinggi porsinya 20 persen lebih sedikit. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Anda menyediakan gelas dengan bentuk seperti ini di rumah.

3. Televisi

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dr Linda Mintle, PhD, penulis 'Press Pause Before You Eat', menganjurkan Anda untuk tidak meletakkan televisi di ruang makan, sebab makan sambil menonton televisi akan mengganggu konsentrasi Anda saat mengunyah dan membuat Anda makan lebih banyak tanpa disadari.

Pernyataan tersebut diamini oleh Mike Moreno, MD, penulis 'The 17 Day Diet'. "Saya selalu mengajurkan orang-orang untuk duduk di meja makan dan fokus pada makanannya. Ini akan membuat Anda mengunyah lebih lambat. Sebaliknya, makan sambil menonton televisi berarti Anda multitasking dan tidak berkonsentrasi pada makanan," papar Mike.

Oleh sebab itu, sebaiknya tempatkan televisi di dalam lemari khusus atau di ruang keluarga agar Anda lebih fokus saat makan. Selain itu, Dr Mintle juga mengingatkan Anda untuk sedikit berbelanja camilan tak sehat karena iklan makanan sering membuat orang lantas berkeinginan untuk ngemil.

3. Televisi

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dr Linda Mintle, PhD, penulis 'Press Pause Before You Eat', menganjurkan Anda untuk tidak meletakkan televisi di ruang makan, sebab makan sambil menonton televisi akan mengganggu konsentrasi Anda saat mengunyah dan membuat Anda makan lebih banyak tanpa disadari.

Pernyataan tersebut diamini oleh Mike Moreno, MD, penulis 'The 17 Day Diet'. "Saya selalu mengajurkan orang-orang untuk duduk di meja makan dan fokus pada makanannya. Ini akan membuat Anda mengunyah lebih lambat. Sebaliknya, makan sambil menonton televisi berarti Anda multitasking dan tidak berkonsentrasi pada makanan," papar Mike.

Oleh sebab itu, sebaiknya tempatkan televisi di dalam lemari khusus atau di ruang keluarga agar Anda lebih fokus saat makan. Selain itu, Dr Mintle juga mengingatkan Anda untuk sedikit berbelanja camilan tak sehat karena iklan makanan sering membuat orang lantas berkeinginan untuk ngemil.

4. Tempat tidur

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Memiliki tidur malam yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga berat badan tetap stabil. Ketika Anda lelah, tingkat leptin (hormon yang mengontrol nafsu makan), mengalami penurunan. Sementara tingkat ghrelin (hormon pemicu nafsu makan), mengalami peningkatan.

Dr Mintle merekomendasikan Anda untuk selalu menjaga kebersihan tempat tidur, bantal, dan guling untuk memastikan memiliki kualitas tidur yang baik. Jika perlu, pastikan pencahayaan di ruang tidur cukup temaram untuk beristirahat.

4. Tempat tidur

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Memiliki tidur malam yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga berat badan tetap stabil. Ketika Anda lelah, tingkat leptin (hormon yang mengontrol nafsu makan), mengalami penurunan. Sementara tingkat ghrelin (hormon pemicu nafsu makan), mengalami peningkatan.

Dr Mintle merekomendasikan Anda untuk selalu menjaga kebersihan tempat tidur, bantal, dan guling untuk memastikan memiliki kualitas tidur yang baik. Jika perlu, pastikan pencahayaan di ruang tidur cukup temaram untuk beristirahat.

5. Kulkas dan lemari dapur

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Laporan studi Cornell University menyebutkan bahwa Anda hampir 3 kali lebih mungkin untuk makan makanan sehat seperti sayur dan buah jika diletakkan di lemari es dalam posisi yang mudah dilihat. Itu berarti aturlah agar sayuran, buah, dan pilihan makanan bergizi lainnya di rak kulkas bagian atas. Sementara camilan seperti cokelat di bawah.

Begitu juga di lemari dapur. Letakkan bahan makanan yang paling sehat di depan atau dalam posisi yang lebih mudah dilihat dan dijangkau. Jangan lupa untuk meletakkan makanan ringan yang tak sehat di bagian belakang lemari.

5. Kulkas dan lemari dapur

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Laporan studi Cornell University menyebutkan bahwa Anda hampir 3 kali lebih mungkin untuk makan makanan sehat seperti sayur dan buah jika diletakkan di lemari es dalam posisi yang mudah dilihat. Itu berarti aturlah agar sayuran, buah, dan pilihan makanan bergizi lainnya di rak kulkas bagian atas. Sementara camilan seperti cokelat di bawah.

Begitu juga di lemari dapur. Letakkan bahan makanan yang paling sehat di depan atau dalam posisi yang lebih mudah dilihat dan dijangkau. Jangan lupa untuk meletakkan makanan ringan yang tak sehat di bagian belakang lemari.

6. Pemutar musik

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Ahli kebugaran merekomendasikan Anda untuk mendengarkan musik bertempo cepat saat olahraga agar intensitas latihan juga meningkat. Nah, hal ini rupanya tak berlaku dalam hal makan.

"Semakin cepat tempo musik yang diputar, maka semakin besar keinginan Anda untuk makan. Sementara itu, memutar musik bertempo lambat akan membuat Anda lebih menikmati makanan," ujar Dr Mintle.

Mengunyah makanan secara perlahan akan membuat otak dan perut memiliki cukup waktu untuk mengenali rasa kenyang. Oleh sebab itu Anda dianjurkan untuk memutar musik dalam tempo lebih lambat saat makan.

6. Pemutar musik

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Ahli kebugaran merekomendasikan Anda untuk mendengarkan musik bertempo cepat saat olahraga agar intensitas latihan juga meningkat. Nah, hal ini rupanya tak berlaku dalam hal makan.

"Semakin cepat tempo musik yang diputar, maka semakin besar keinginan Anda untuk makan. Sementara itu, memutar musik bertempo lambat akan membuat Anda lebih menikmati makanan," ujar Dr Mintle.

Mengunyah makanan secara perlahan akan membuat otak dan perut memiliki cukup waktu untuk mengenali rasa kenyang. Oleh sebab itu Anda dianjurkan untuk memutar musik dalam tempo lebih lambat saat makan.
Halaman 2 dari 14
Meski terlihat lebih modern, piring berukuran besar rupanya menghambat program penurunan berat badan Anda. Dr Brian Wansink, psikolog dan penulis 'Mindless Eating: Why We Eat More Than We Think', mengungkapkan bahwa piring dan mangkuk ukuran besar membuat Anda lebih mudah gemuk karena secara tak sadar Anda akan mengisi makanan sesuai ukuran wadahnya.

Dalam penelitiannya, Wansink menyatakan bahwa Anda makan sekitar 22 persen lebih banyak bila menggunakan piring berdiameter 30 cm, dibandingkan piring berdiameter 25 cm.

Meski terlihat lebih modern, piring berukuran besar rupanya menghambat program penurunan berat badan Anda. Dr Brian Wansink, psikolog dan penulis 'Mindless Eating: Why We Eat More Than We Think', mengungkapkan bahwa piring dan mangkuk ukuran besar membuat Anda lebih mudah gemuk karena secara tak sadar Anda akan mengisi makanan sesuai ukuran wadahnya.

Dalam penelitiannya, Wansink menyatakan bahwa Anda makan sekitar 22 persen lebih banyak bila menggunakan piring berdiameter 30 cm, dibandingkan piring berdiameter 25 cm.

Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2005 dan dipublikasikan dalam jurnal BMJ mengungkapkan bahwa minuman yang disajikan dalam gelas berbentuk tinggi porsinya 20 persen lebih sedikit. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Anda menyediakan gelas dengan bentuk seperti ini di rumah.

Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2005 dan dipublikasikan dalam jurnal BMJ mengungkapkan bahwa minuman yang disajikan dalam gelas berbentuk tinggi porsinya 20 persen lebih sedikit. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Anda menyediakan gelas dengan bentuk seperti ini di rumah.

Dr Linda Mintle, PhD, penulis 'Press Pause Before You Eat', menganjurkan Anda untuk tidak meletakkan televisi di ruang makan, sebab makan sambil menonton televisi akan mengganggu konsentrasi Anda saat mengunyah dan membuat Anda makan lebih banyak tanpa disadari.

Pernyataan tersebut diamini oleh Mike Moreno, MD, penulis 'The 17 Day Diet'. "Saya selalu mengajurkan orang-orang untuk duduk di meja makan dan fokus pada makanannya. Ini akan membuat Anda mengunyah lebih lambat. Sebaliknya, makan sambil menonton televisi berarti Anda multitasking dan tidak berkonsentrasi pada makanan," papar Mike.

Oleh sebab itu, sebaiknya tempatkan televisi di dalam lemari khusus atau di ruang keluarga agar Anda lebih fokus saat makan. Selain itu, Dr Mintle juga mengingatkan Anda untuk sedikit berbelanja camilan tak sehat karena iklan makanan sering membuat orang lantas berkeinginan untuk ngemil.

Dr Linda Mintle, PhD, penulis 'Press Pause Before You Eat', menganjurkan Anda untuk tidak meletakkan televisi di ruang makan, sebab makan sambil menonton televisi akan mengganggu konsentrasi Anda saat mengunyah dan membuat Anda makan lebih banyak tanpa disadari.

Pernyataan tersebut diamini oleh Mike Moreno, MD, penulis 'The 17 Day Diet'. "Saya selalu mengajurkan orang-orang untuk duduk di meja makan dan fokus pada makanannya. Ini akan membuat Anda mengunyah lebih lambat. Sebaliknya, makan sambil menonton televisi berarti Anda multitasking dan tidak berkonsentrasi pada makanan," papar Mike.

Oleh sebab itu, sebaiknya tempatkan televisi di dalam lemari khusus atau di ruang keluarga agar Anda lebih fokus saat makan. Selain itu, Dr Mintle juga mengingatkan Anda untuk sedikit berbelanja camilan tak sehat karena iklan makanan sering membuat orang lantas berkeinginan untuk ngemil.

Memiliki tidur malam yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga berat badan tetap stabil. Ketika Anda lelah, tingkat leptin (hormon yang mengontrol nafsu makan), mengalami penurunan. Sementara tingkat ghrelin (hormon pemicu nafsu makan), mengalami peningkatan.

Dr Mintle merekomendasikan Anda untuk selalu menjaga kebersihan tempat tidur, bantal, dan guling untuk memastikan memiliki kualitas tidur yang baik. Jika perlu, pastikan pencahayaan di ruang tidur cukup temaram untuk beristirahat.

Memiliki tidur malam yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga berat badan tetap stabil. Ketika Anda lelah, tingkat leptin (hormon yang mengontrol nafsu makan), mengalami penurunan. Sementara tingkat ghrelin (hormon pemicu nafsu makan), mengalami peningkatan.

Dr Mintle merekomendasikan Anda untuk selalu menjaga kebersihan tempat tidur, bantal, dan guling untuk memastikan memiliki kualitas tidur yang baik. Jika perlu, pastikan pencahayaan di ruang tidur cukup temaram untuk beristirahat.

Laporan studi Cornell University menyebutkan bahwa Anda hampir 3 kali lebih mungkin untuk makan makanan sehat seperti sayur dan buah jika diletakkan di lemari es dalam posisi yang mudah dilihat. Itu berarti aturlah agar sayuran, buah, dan pilihan makanan bergizi lainnya di rak kulkas bagian atas. Sementara camilan seperti cokelat di bawah.

Begitu juga di lemari dapur. Letakkan bahan makanan yang paling sehat di depan atau dalam posisi yang lebih mudah dilihat dan dijangkau. Jangan lupa untuk meletakkan makanan ringan yang tak sehat di bagian belakang lemari.

Laporan studi Cornell University menyebutkan bahwa Anda hampir 3 kali lebih mungkin untuk makan makanan sehat seperti sayur dan buah jika diletakkan di lemari es dalam posisi yang mudah dilihat. Itu berarti aturlah agar sayuran, buah, dan pilihan makanan bergizi lainnya di rak kulkas bagian atas. Sementara camilan seperti cokelat di bawah.

Begitu juga di lemari dapur. Letakkan bahan makanan yang paling sehat di depan atau dalam posisi yang lebih mudah dilihat dan dijangkau. Jangan lupa untuk meletakkan makanan ringan yang tak sehat di bagian belakang lemari.

Ahli kebugaran merekomendasikan Anda untuk mendengarkan musik bertempo cepat saat olahraga agar intensitas latihan juga meningkat. Nah, hal ini rupanya tak berlaku dalam hal makan.

"Semakin cepat tempo musik yang diputar, maka semakin besar keinginan Anda untuk makan. Sementara itu, memutar musik bertempo lambat akan membuat Anda lebih menikmati makanan," ujar Dr Mintle.

Mengunyah makanan secara perlahan akan membuat otak dan perut memiliki cukup waktu untuk mengenali rasa kenyang. Oleh sebab itu Anda dianjurkan untuk memutar musik dalam tempo lebih lambat saat makan.

Ahli kebugaran merekomendasikan Anda untuk mendengarkan musik bertempo cepat saat olahraga agar intensitas latihan juga meningkat. Nah, hal ini rupanya tak berlaku dalam hal makan.

"Semakin cepat tempo musik yang diputar, maka semakin besar keinginan Anda untuk makan. Sementara itu, memutar musik bertempo lambat akan membuat Anda lebih menikmati makanan," ujar Dr Mintle.

Mengunyah makanan secara perlahan akan membuat otak dan perut memiliki cukup waktu untuk mengenali rasa kenyang. Oleh sebab itu Anda dianjurkan untuk memutar musik dalam tempo lebih lambat saat makan.

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads