Studi yang dilakukan oleh ilmuwan Swedia mengungkapkan bahwa senyawa alami tersembunyi yang terdapat di dalam bayam terbukti mampu mengurangi keinginan untuk ngemil. Bahkan diungkapkan bahwa di kemudian hari bayam mungkin dapat dimanfaatkan untuk mencegah obesitas.
Charlotte Erlanson-Albertsson, seorang profesor di Lund University, menemukan bahwa senyawa yang dikenal sebagai tilakoid tersebut mampu memperlambat pencernaan dan mengurangi rasa lapar. Berbeda dengan makanan olahan lainnya, tilakoid cenderung dicerna dalam usus bagian atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menemukan senyawa tilakoid ini setelah berbicara dengan suami saya yang merupakan seorang ilmuwan peneliti fotosintesis. Dia mengarahkan saya pada tilakoid, sebuah senyawa dalam daun hijau diyakini mampu memperlambat pencernaan lemak," ujar Erlanson-Albertsson, seperti dikutip dari News Max Health, Kamis (13/3/2014).
Jika ingin mendapatkan manfaat yang lebih besar dari tilakoid, maka bayam harus dihancurkan dan disaring untuk membebaskan tilakoid dari sel-sel tanaman lainnya.
(ajg/vit)











































