Dua penelitian terakhir menunjukkan bahwa orang yang makan makanan tinggi lemak jenuh lebih mungkin untuk mengalami serangan asma, jika dibandingkan dengan mereka yang jarang melakukannya. Para peneliti menemukan asupan lemak jenuh dapat mengurangi efektivitas obat-obatan yang digunakan untuk mengobati asma. Hal tersebut diungkapkan dalam konferensi Thoracic Society, Adelaide.
Ahli biokimia nutrisi di University of Newcastle, Lisa Wood, mengatakan dalam studi tersebut tim peneliti ingin mengungkapkan manfaat dari konsumsi makanan sehat untuk mereka yang memiliki riwayat asma. Diharapkan dengan begitu, pasien asma memiliki panduan tepat dalam memilih makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan oleh Wood, asupan berserat seperti buah dan sayuran merupakan contoh asupan yang sangat membantu. "Diet tinggi konsumsi buah dan sayuran membantu mengurangi risiko Anda untuk terkena serangan asma," pungkasnya.
Serat larut diketahui mengubah komposisi bakteri dalam usus. Sekali masuk ke dalam tubuh, bakteri itu memproses serat dan menghasilkan produk setengah jadi dari metabolisme yang disebut sebagai asam lemak rantai pendek atau propionat. Zat tersebut lantas masuk ke dalam darah dan mempengaruhi perkembangan sel imun di seluruh tubuh, termasuk dalam paru-paru.
Sebaliknya, kini Wood dan timnya merencanakan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah pola makan yang buruk bisa menjadi sebuah faktor risiko asma.
"Beberapa studi populasi besar menunjukkan bahwa faktor makanan dapat mengarah pada pengembangan asma, tetapi belum banyak ada data intervensi yang kuat untuk mendukung teori tersebut," ujar Wood.
(ajg/up)











































