"Tidak mungkin ya memotong 100 persen lemak atau minyak dari makanan kita. Yang benar adalah mengurangi semaksimal mungkin asupan lemak jenuh dan trans-fat atau lemak yang jahat," papar Leona Victoria Djajadi, BSc, MND, kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (8/5/2014).
Menurut ahli gizi sekaligus pengasuh Klinik Gizi Keluarga ini, biasanya lemak jenuh dan trans-fat terdapat pada makanan yang digoreng, daging proses olahan (seperti beef korned, sosis, ham, serta salami) dan camilan seperti biskuit dan kerupuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lemak merupakan salah satu asupan yang sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh. Bagaimana tidak, lemak berperan dalam proses metabolisme. Salah satu contohnya adalah terkait kelenturan, peremajaan kulit, serta persendian. Oleh sebab itu, asupan lemak tak boleh dihentikan begitu saja saat Anda sedang ingin menurunkan berat badan.
Yang penting, pilih dengan baik menu dengan kandungan lemak yang tepat. Dengan begitu, Anda bisa tetap mendapatkan manfaat dari asupan lemak tanpa perlu khawatir berat badan akan merangkak naik.
"Cara terbaik mengakalinya adalah mengurangi asupan makanan ekstra yang kaya lemak jenuh seperti gorengan, kerupuk, biskuit, snack dan daging olahan. Sementara untuk ayam dan daging bisa disisihkan lemak yang kelihatan menempel dan kulitnya, juga hindari jeroan atau babat, dan pilih produk susu non-fat," tegas peraih gelar Master of Nutrition and Dietetics dari University of Sydney, Australia, ini.
Sebaliknya, Victoria berpesan Anda juga harus mengonsumsi makanan tinggi lemak tak jenuh atau lemak baik seperti alpukat dan ikan-ikanan sebagai sumber optimal lemak.
(ajg/vit)











































