Sistem imun penderita reumatik menyerang jaringan ikat di dalam tubuhnya sendiri sehingga merusak kartilago yang bertugas melindungi persendian. Akibatnya, terjadi kekakuan dan pembengkakan sendi serta kelelahan pada tubuh penderita.
Sebuah penelitian di jurnal Annals of the Rheumatic Diseases menyebut, aktivitas penyakit rematik pada 33% pasien dengan kelebihan berat badan ternyata lebih tinggi dibandingkan pasien dengan berat badan ideal. Mereka juga menderita nyeri lebih sering dalam kurun waktu tiga dan enam bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian lain turut menyatakan bahwa pasien yang obesitas hanya sedikit mengalami perbaikan kondisi walaupun menggunakan obat yang lebih mahal ketimbang methotrexate, obat utama dalam pengobatan rematik.
Rematik dapat menyerang siapa saja pada umur berapa saja. Kita harus menjaga gaya hidup sehat mulai dari sekarang. Selain menyebabkan ketidaknyamanan bagi tubuh penderita, rematik juga merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit jantung.
(up/up)











































