Minder Tak Bisa Pakai Bikini Saat Berlibur, Wanita Ini Pangkas Bobot 52,5 Kg

Minder Tak Bisa Pakai Bikini Saat Berlibur, Wanita Ini Pangkas Bobot 52,5 Kg

- detikHealth
Rabu, 02 Jul 2014 09:31 WIB
Minder Tak Bisa Pakai Bikini Saat Berlibur, Wanita Ini Pangkas Bobot 52,5 Kg
Sarah Evans (Foto: CNN)
Louisiana - Sarah Evans sengaja mengambil cuti dua minggu dalam rangka ulang tahunnya yang ke-30. Bulan September 2012, ia mengunjungi Las Vegas bersama temannya. Namun, Sarah justru tidak bisa menikmati liburannya. Bahkan ia membenci hasil setiap foto yang menunjukkan tubuh gemuknya.

"Sahabat-sahabatku sangat menikmati liburan mereka. Ketika mereka bebas mengenakan bikini di tepi kolam, aku justru berusaha menyembunyikan tubuhku. Akhirnya aku berjanji pada diriku sendiri akan menikmati liburan tahun depan," kenang Evans seperti dikutip dari CNN, Rabu (2/7/2014).

Saat itu, Sarah Evans wanita asal Shreveport, Louisiana ini memiliki tinggi badan sekitar 165 cm dan berat 112,5 kg. Ia mengakui bobotnya yang luar biasa ini disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk dan dalam porsi besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, Evans sarapan dengan menu bacon, telur, sosis, pancake dan biskuit. Ditambah makanan cepat saji saat makan siang, dan makan malam berupa kentang goreng, ayam goreng, collard hijau, makaroni dan keju, serta roti jagung.

Evans yang tidak percaya diri dengan tubuhnya lalu mengunduh aplikasi "Couch to 5K" di ponselnya. Aplikasi ini membantunya untuk tetap rutin berlari sejauh 5 km setiap tanpa henti. Ia pun menargetkan untuk menurunkan bobotnya hingga 30-40 kg.

"Ketika saya memulai program ini, saya tidak bisa bertahan lebih dari 30 detik. Tapi sekarang saya bisa berlari hingga 5 km dua atau tiga kali seminggu. Bahkan saya sangat menyukai rutinitasnya ini." tuturnya.

Dia juga mengikuti kelas CrossFit, semacam rangkaian cardio dan senam untuk mencapai tujuannya. Tanpa terasa, tiba-tiba beratnya sudah kurang dari 100 kg Ia pun terus menambah kegiatan olahraganya serta memacu dirinya sendiri untuk berlari lebih jauh.

"Mencoba untuk konsisten melakukan ini, mengajarkan pentingnya mendorong kemauan saya dari dalam. Apalagi ketika di awal, tidak ada yang mendukung saya," kata Evans.

Dia juga mulai beralih ke diet rendah karbohidrat. Seat ini, menu makan Evans berubah. Setiap hari, ia mengonsumsi yoghurt, telur rebus dan daging kalkun untuk sarapan; salad ayam atau tuna untuk makan siang; steak, ikan dengan kale atau ayam panggang dengan sayuran hijau untuk makan malam; serta irisan keju, kacang atau Jell-O untuk camilan.

Di bulan Mei tahun ini, berat badan Evans susut hingga 60 kilogram. Kunci keberhasilan penurunan berat badannya adalah konsisten dengan kebiasaannya. Ia rutin tidur pada pukul 9 malam dan bangun pukul 3.30 pagi untuk memulai cardio dan latihan beban. Kemudian ia berlari dan tidak lupa mengambil kelas kebugaran lima kali seminggu.

Baru-baru ini Evans memulai program yang dinamakan 'Stand Think Initiate Run'. Kelompok ini diperuntukkan bagi orang-orang yang terinspirasi olehnya. Dalam program itu, Evans mengajak anggotanya untuk datang dan berlari bersama-sama.

"Saya mengalami kelebihan berat badan selama ini. Tidak pernah terpikir saya akan menginspirasi orang untuk aktif," tuturnya. Evans rupanya sudah percaya diri setelah kehilangan beberapa kg berat badannya. I juga berkeinginan untuk pergi ke berbagai tempat tanpa merasa malu dengan apa yang ia kenakan.

(rdn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads