Mungkin Anda pernah melihat teman Anda selalu memesan banyak makanan saat sedang makan bersama di luar, tapi tubuhnya selalu tetap langsing dan tak pernah gemuk. Apa sebenarnya yang menyebabkan hal tersebut terjadi?
"Diperkirakan antara 60-70 persen berat tubuh kita ditentukan oleh gen. Reproduksi seksual memungkinkan informasi genetik dari ayah dan ibu bergabung dan membentuk individu baru. Proses ini menghasilkan variasi genetik yang cukup besar," ungkap Prof Michael Cowley, dari Monash University's Obesity and Diabetes Institute, seperti dikutip dari ABC Australia, Rabu (2/7/2014).
"Salah satu gen yang bisa mempengaruhi adalah gen kegemukan tersebut," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak cuma gen, faktor lingkungan di luar gen seperti pola makan dan aktivitas fisik juga memberikan pengaruh terhadap berat badan kita, yakni sekitar 30-40 persen. Kebiasaan masyarakat saat ini yang hobi mengonsumsi makanan tinggi lemak tanpa disertai peningkatan aktivitas fisik merupakan salah satu pencetus kegemukan semakin tak terkendali.
"Jika memang orang tua Anda gemuk, pertimbangkan untuk mengimbangi antara pola makan dan aktivitas sehat. Banyak-banyaklah melakukan aktivitas fisik, misalnya lebih aktif melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci pakaian," tutur Prof Cowley.
Prevalensi obesitas meningkat di seluruh dunia dengan jumlah yang mengkhawatirkan, baik di negara maju maupun berkembang. Obesitas merupakan faktor risiko utama diabetes, jantung dan beberapa jenis kanker.
Menurut data WHO, pada tahun 2011 setidaknya 2,8 juta orang dewasa meninggal tiap tahun akibat kelebihan berat badan dan lebih dari 40 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kelebihan berat badan.
(ajg/up)











































