Infeksi virus hepatitis B dan C merupakan penyebab terbesar kanker hati yang mematikan. Namun bukan itu saja, perlemakan hati yang ditandai dengan perut buncit juga menjadi salah satu pemicu kanker hati.
"Yang menjadi concern kami para ahli hati adalah prevalensi kegemukan. Sekarang semua orang fatty liver. Ini sudah lampu kuning untuk negara kita," kata Prof DR LA Lesmana, SpPD-KGEH, pakar hati dari RS Cipto Mangunkusumo dalam temu media di Menteng, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (27/8/2014).
Fatty liver atau perlemakan hati dipicu oleh diet yang tidak sehat, juga konsumsi alkohol yang berlebihan. Dalam jangka panjang, fatty liver bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati. Bila berlanjut, kondisi ini berisiko menjadi kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak cukup hanya dengan diet, olahraga juga harus dilakukan. Bukan dengan olahraga berat, cukup olahraga ringan asalkan rutin dan teratur. Prof Lesmana menyarankan, olahraga minimal dilakukan 5 kali dalam sepekan.
"Sudah terbukti secara ilmiah, diet dan olahraga teratur bisa memperbaiki fatty liver," tegas Prof Lesmana.
Kanker hati merupakan penyebab kematian terbesar kedua di Asia Pasifik. Di Indonesia, diperkirakan ada 13.238 kasus kanker hati dengan angka kematian mencapai 12.825 jiwa. Jika terlambat terdeteksi, umumnya pasien hanya mampu bertahan hidup sekitar 1 tahun.
(up/up)











































