Awalnya, Matt sering melihat foto dirinya yang dipost oleh ayahnya sendiri di Facebook. Ia pun merasa risi sendiri melihat tubuhnya yang membengkak. Apalagi ayah Matt juga menantangnya untuk menurunkan berat badan.
Namun, keinginannya untuk kurus pun tak hanya datang dari itu saja. Kenangan akan ibunya yang berjuang melawan Multiple Sclerosis saat Matt berusia 18 tahun membuat dirinya terpacu untuk menghilangkan berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari slimmingworld.com, Rabu (27/8/2014), sebelum seperti saat ini, Matt memang memiliki tubuh yang sangat besar. Pola hidupnya yang tidak sehat dengan sering mengonsumsi makanan siap saji dan meminum 2 liter botol Cola setiap hari membuat tubuhnya makin membengkak. Tapi, setelah melihat foto Facebook yang dipost ayahnya, Matt pun mulai berusaha menurunkan berat badannya.
Ia bergabung dengan komunitas Slimming World yang membuatnya bisa menghilangkan 108 kg berat tubuhnya selama dua tahun. Selama menjalani program diet, ia mengubah pola makannya dengan mengonsumsi 3 porsi makanan sehat dalam sehari. Ia pun mulai sering melakukan olahraga lari yang menjadi hobi barunya saat itu. Hobi itu pun terus berkembang hingga ia bisa menjadi bagian dari London Marathon.
Inspirasi yang datang dari ibunya tak cuma membuat Matt menjadi semangat untuk memangkas berat badannya. Ia pun mau mengikuti kompetisi marathon yang diselenggarakan di London demi mengenang perjuangan mendiang ibunya, Susan, saat sakit. "Dia selalu menjadi inspirasiku. Aku bisa ada di sini sampai hari ini karena ada dia," ucap Matt.
Dari hasil kompetisi itu, Matt berhasil berlari sejauh 42 km. Uang yang ia dapatkan dari kompetisi ini akan didonasikan untuk yayasan Multiple Sclerosis, sebuah yayasan yang berdedikasi untuk melawan penyakit Multiple Sclerosis dengan memberi dukungan moril dan materi kepada pasien dan keluarganya.
(rdn/rdn)










































