Jakarta -
Rasa lapar merupakan sinyal yang dikirim dari otak untuk menunjukkan waktu makan telah tiba. Sayangnya tidak selamanya rasa lapar muncul saat benar-benar lapar dan butuh asupan makanan, kadang-kadang ada juga lapar palsu.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (1/9/2014), berikut ini beberapa jenis rasa lapar sekaligus cara mengatasinya.
1. Lapar sungguhan
Rasa lapar yang sebenarnya adalah jenis rasa plapar yang sangat penting. Tanpanya, sulit memperkirakan waktu yang tepat untuk makan. Rasa lapar yang sebenarnya dipicu oleh kadar gula darah yang menurun, dan secara fisik memicu rasa lemas, perut keroncongan, dan kadang-kadang rasa sakit di kepala.
Cara mengatasinya mudah, segeralah makan. Saat rasa lapar jenis ini muncul, jangan ditunda-tunda. Tidak ada salahnya menyiapkan cemilan ringan untuk jaga-jaga.
2. Lapar nonton TV
Bagi sebagian orang, nonton televisi tanpa ngemil rasanya ada yang tidak lengkap. Padahal sebuah penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa TV bisa mengalihkan perhatian terhadap rasa lapar. Artinya, sinyal lapar maupun kenyang bisa teralihkan saat sedang asyik nonton TV. Tidak perlu heran jika ada anggapan nonton TV bisa bikin gemuk.
Cara mengatasinya, sibukkan tangan dengan hal lain. Apapun itu, yang penting jangan biarkan tangan menjangkau makanan saat sedang nonton TV.
3. Lapar bosan
"Makan cuma karena bosan adalah hal yang kita semua lakukan. Satu hal yang harus bisa kita lakukan adalah harus bisa lebih menoleransi kebosanan dan tidak buru-buru melakukan sesuatu untuk mengisi kebosanan.
Cara mengatasinya, ubahlah kebosanan menjadi kesempatan untuk relaksasi. Buat daftar 5 cara untuk rileks, 5 tempat untuk menenangkan diri, atau 5 orang yang bisa diajak ngobrol asyik. Saat bosan melanda, tinggal pilih satu dari daftar tersebut.
4. Lapar marah
Bukan makan karena sedang marah, sebaliknya istilah ini merujuk pada amarah yang muncul gara-gara lapar. Turunnya kadar gula darah saat lapar memicu reaksi di otak, sehingga orang lebih mudah tersinggung. Menurut sebuah penelitian, seseorang yang sudah menikah dan memiliki kadar gula darah lebih rendah cenderung lebih agresif pada pasangannya.
Cara mengatasinya, konsumsilah serat dan karbohidrat yang sehat agar kadar gula dalam darah tidak cepat turun.
5. Lapar sore
Menjelang bubaran kantor, rasa lapar berbaur dengan bosan dan kelelahan. Sulit dibedakan apakah benar-benar lapar atau hanya karena terburu-buru ingin segera menyudahi pekerjaan hari itu.
Antisipasinya, siapkan snack atau cemilan di meja kerja. Bukan sembarang cemilan jika tidak ingin lingkar pinggang cepat membesar, pilih yang kaya akan protein. Hindari yang banyak mengandung gula dan karbohidrat kecuali memang benar-benar lapar.
Rasa lapar yang sebenarnya adalah jenis rasa plapar yang sangat penting. Tanpanya, sulit memperkirakan waktu yang tepat untuk makan. Rasa lapar yang sebenarnya dipicu oleh kadar gula darah yang menurun, dan secara fisik memicu rasa lemas, perut keroncongan, dan kadang-kadang rasa sakit di kepala.
Cara mengatasinya mudah, segeralah makan. Saat rasa lapar jenis ini muncul, jangan ditunda-tunda. Tidak ada salahnya menyiapkan cemilan ringan untuk jaga-jaga.
Bagi sebagian orang, nonton televisi tanpa ngemil rasanya ada yang tidak lengkap. Padahal sebuah penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa TV bisa mengalihkan perhatian terhadap rasa lapar. Artinya, sinyal lapar maupun kenyang bisa teralihkan saat sedang asyik nonton TV. Tidak perlu heran jika ada anggapan nonton TV bisa bikin gemuk.
Cara mengatasinya, sibukkan tangan dengan hal lain. Apapun itu, yang penting jangan biarkan tangan menjangkau makanan saat sedang nonton TV.
"Makan cuma karena bosan adalah hal yang kita semua lakukan. Satu hal yang harus bisa kita lakukan adalah harus bisa lebih menoleransi kebosanan dan tidak buru-buru melakukan sesuatu untuk mengisi kebosanan.
Cara mengatasinya, ubahlah kebosanan menjadi kesempatan untuk relaksasi. Buat daftar 5 cara untuk rileks, 5 tempat untuk menenangkan diri, atau 5 orang yang bisa diajak ngobrol asyik. Saat bosan melanda, tinggal pilih satu dari daftar tersebut.
Bukan makan karena sedang marah, sebaliknya istilah ini merujuk pada amarah yang muncul gara-gara lapar. Turunnya kadar gula darah saat lapar memicu reaksi di otak, sehingga orang lebih mudah tersinggung. Menurut sebuah penelitian, seseorang yang sudah menikah dan memiliki kadar gula darah lebih rendah cenderung lebih agresif pada pasangannya.
Cara mengatasinya, konsumsilah serat dan karbohidrat yang sehat agar kadar gula dalam darah tidak cepat turun.
Menjelang bubaran kantor, rasa lapar berbaur dengan bosan dan kelelahan. Sulit dibedakan apakah benar-benar lapar atau hanya karena terburu-buru ingin segera menyudahi pekerjaan hari itu.
Antisipasinya, siapkan snack atau cemilan di meja kerja. Bukan sembarang cemilan jika tidak ingin lingkar pinggang cepat membesar, pilih yang kaya akan protein. Hindari yang banyak mengandung gula dan karbohidrat kecuali memang benar-benar lapar.
(up/up)