Jane Wardle dari University College London mengatakan bahwa penelitiannya membuktikan bahwa mood seseorang memburuk ketika sedang melakukan diet. Risikonya, orang yang sedang diet akan gampang marah dan bisa saja menjadi depresi.
"Kita semua tahu bahwa menurunkan berat badan dan mempertahankannya sangat sulit dilakukan. Sehingga kami ingin mengetahui efeknya dari sisi psikologis. Dan ternyata, efek psikologis yang terjadi karena diet sangat negatif," tutur Wardle dikutip dari Reuters, Sabtu (6/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 4 tahun, 14 persen partisipan dapat mengurangi berat badannya kurang lebih 7 kg. Sementara 71 persen memiliki berat badan tetap dan tak berubah, sisa 15 persen malah mengalami kenaikan berat badan sebanyak 6 kg.
Hasilnya, mereka yang mengalami penurunan berat badan memiliki gejala depresi yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan tingginya tekanan darah serta tes psikologis yang dilakukan oleh peneliti.
Menurut Wardle, mengurangi jatah makanan yang disukai dan tak dapat menikmati makanan favorit menjadi alasan mengapa mood orang yang sedang diet memburuk. Hal itu akan tetap terjadi meskipun mereka mengetahui bahwa berdiet mempunyai efek kesehatan yang baik bagi dirinya.
"Mungkin saja jika kita lebih jujur dan lebih menerima fakta bahwa berdiet memang tak menyenangkan untuk jangka pendek namun memiliki manfaat jangka panjang, kita akan lebih merasa santai dan tenang menjalaninya," tutur Wardle lagi.
(mrs/vit)










































